Petani Puger dan PC PMII Jember Menolak Pembongkaran Saluran Irigasi -->
Cari Berita

Petani Puger dan PC PMII Jember Menolak Pembongkaran Saluran Irigasi

Thursday, February 13, 2020

Jatimaktual.com(13/02/20) Hari Selasa (11/02/20) telah terjadi pembongkaran saluran irigasi di Kecamatan Puger, Jember. Pembongkaran saluran irigasi dengan alasan uji coba di lakukan oleh PT. Semen IMASCO Asiatic. Pembongkaran dilakukan tanpa kordinasi dengan para petani. Tindakan tersebut dikecam oleh petani dengan sikap menolak.

Konflik petani dengan PT. Semen IMASCO Asiatic atas pembongkaran saluran irigasi telah terjadi semenjak tahun 2018 lalu. Terkahir kali pada tahun 2019 kejadian serupa dengan hasil yang tidak memuaskan bagi petani. Hal ini disampaikan oleh Pak Samhaji salah satu petani Puger Wetan atas izin pembongkaran saluran irigasi yang tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"Saluran irigasi di bongkar tanpa adanya pemberitahuan dengan kami (petani). Lebih lanjut lagi kami tidak diajak rembukan mengenai hal ini". Ujar Samhaji

Atas problem yang terjadi diatas, sahabat Gandys Nanda I, selaku Ketua Bidang Eksternal PC PMII Jember turut berkomentar. Menurutnya tindakan pembongkaran saluran irigasi cacat secara hukum.

"Kami menilai bahwa pembongkaran tersebut masyarakat petani tidak di libatkan. Ini sudah menyalai aturan. Berdasarkan PP Irigasi No. 20 Tahun 2006 pasal 26 disebutkan bahwa partisipasi masyarakat petani dalam bentuk sumbangan gagasan sampai pengambilan keputusan. Dalam hal ini petani tidak sampai diikut sertakan dalam proses diatas. Sepertinya mereka memang sengaja untuk tidak memberitahukan kepada petani". Tutur Sahabat Gandys

PC PMII Jember juga mempertanyakan professionalitas dari pihak instansi pemerintah yang terkait dalam hal ini adalah Dinas PU SDA Jawa Timur dan Bina Marga Kabupaten Jember.

"Petani sudah kerap melayangkan protes yang berujung pada sikap penolakan. Karena pembongkaran saluran irigasi menyebabkan air yang tidak sampai ke sawah dan kemungkinan akan terjadi kekeringan pada sekitar 300 hektar lahan. Sebagai pihak yang berkaitan dengan kebijakan ini seharusnya Dinas PU SDA Jawa Timur dan Bina Marga Kabupaten Jember bekerja secara kompatibel". Lanjut Gandys

Dengan masalah ini petani bersikukuh pada sikapnya untuk menolak pembongkaran saluran irigasi. Hal tersebut disampaikan oleh Pak Yanto selaku korlap aksi.

"Sampai kapanpun petani menolak. Kami akan terus berupaya dan berjuang agar saluran irigasi tidak dibongkar. Harga mati". Ujar Yanto