PC PMII Jember Wacanakan Konfercab Hapus Suara Tingkat Rayon -->
Cari Berita

PC PMII Jember Wacanakan Konfercab Hapus Suara Tingkat Rayon

Tuesday, February 11, 2020


(11/02/20) Forum konferensi cabang merupakan agenda tahunan disetiap cabang PMII di seluruh Indonesia, pun forum ini merupakan forum tertinggi ditataran cabang PMII. Dalam hal ini Konfercab menjadi momentum ritual tahunan untuk kader dan anggota cabang dalam mengasah intelektual dan berdialektika terkait kebaikan cabang PMII kedepannya.

Prosesi forum konferensi cabang, selain forum laporan pertanggung jawaban kepengurusan selama satu periode juga menjadi momentum pergantian tonggak estafet kepemimpinan. Dapat dipastikan momentun pergantian kepemimpinan ini bagian dari momentum politik kepemimpinan dan distribusi kader ditingkatan cabang. Dalam momentum politik ini kadang-kala sering menjadi titik mula perpecahan suatu organisasi apabila para anggota didalamnya kurang dewasa dan matang dalam berproses. Maka untuk memaksimalkan momentum politik ini perlu adanya evektifitas proses komunikasi politik untuk nantinya mudah dalam rekonsiliasi antar lembaga pasca pemilihan.

Seperti kita ketahui bersama dalam momentum konfercab ini yang memiliki hak peserta penuh bukan hanya Pengurus komisariat PMII, melainkan tataran Pengurus Rayon pun masih terdapat hak suara disana. Hal ini akan menjadi suatu permasalahan tersendiri apabila di era saat ini, dengan kuantitas kader dan rayon semakin banyak akan menimbulkan banyak kemudhorotan apabila tetap dipertahankan.

Seperti hal nya di PMII Cabang Jember, yang notaben nya Lembaga Rayon PMII di Jember berjumlah  27 Rayon dengan Komisariat terdapat 9 lembaga. Hal ini dirasa akan menimbulkan banyak konflik antar lembaga secara struktur maupun kultur. Mengingat semakin tambah hari, jumlah kuantitas kader akan semakin banyak, pun dengan seiring waktu lembaga rayon pun akan semakin bertambah. Maka untuk mengurangi kemudhorotan itu dirasa sangat perlu lembaga Rayon pada saat ini kembali pada Khittah PMII berupaya dalam Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Maka dalam momentum politik yang hanya satu tahun satu kali tersebut sangat cukup kiranya hanya diwakili oleh komisariat di masing-masing rayon. Karena lembaga Komisariat sejatinya adalah representasi dari lembaga rayon dibawahnya. Pun hal ini sebagai upaya pemaksimalan tupoksi antar lembaga di PMII, yakni dari tataran Rayon, Komisariat, Cabang, Koordinator Cabang bahkan Pengurus Besar PMII.

Sehingga hal ini diharapkan mampu menjadikan Lembaga Rayon PMII menjalin ukhuwah antar lembaga rayon lebih harmonis dengan mengurangi ruang kompetisi dengan skala kuantitas rayon yang berada pada salah satu komisariat. Nantinya tidak ada marginalisasi komisariat kecil dan besar untuk hanya sebuah kompetisi politis tahunan. Karena penyamarataan lembaga ini untuk mengurangi gesekan konflik berdasarkan kuantitas.

Pada dasarnya Organisasi PMII adalah organisasi keberkahan, bukan organisasi kekuasaan. Maka semisal nominal dalam sebuah kontestasi politik harus tercatatkan diawal pendaftaran dapat diibaratkan PMII adalah partai politik berbasis kekuasaan bukan berbasis keberkahan dan perjuangan hal ini sangat tidak mencerminkan tujuan besar para pendiri PMII, itu sikap yang kurang Arif dilakukan Oleh PB PMII Hari ini.

Besar harapan hari ini dari lembaga di tataran Rayon PMII lebih fokus terhadap penggodokan dan penguatan sumberdaya kader, doktrinasi dan mencetak kader yang militansi serta totalitas terhadap PMII. Karena organisasi PMII didirikan untuk organisasi mencari keberkahan yang berjuang untuk keadilan bukan mencari kekuasaan yang akhirnya memengedepankan kepentingan pribadi dan individu.