Dinas ESDM Jatim Akan Turun Tangan Terkait Maraknya Galian C di Pamekasan
Cari Berita

Dinas ESDM Jatim Akan Turun Tangan Terkait Maraknya Galian C di Pamekasan

Friday, February 14, 2020

PAMEKASAN,- Maraknya galian C di wilayah Kabupaten Pamekasan, seakan menjadi surga bagi pemilik tambang. Meski ancaman bencana bisa sewaktu-waktu terjadi akibat pengerukan yang tak terkontrol, Jum'at (14/02/2020)

Hal itu diperparah dengan upaya penertiban galian C ilegal yang cenderung melunak. Beberapa pihak terkait diduga saling lempar tanggung jawab atas menguapnya PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor tambang ini.

Pemerintah daerah pun mengaku terbatasi dengan perundang-undangan untuk melakukan upaya penertiban galian C yang cukup memperihatinkan di kawasan Kabupaten Pamekasan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan,  Amin Jabir, mengatakan, Ada 350 titik galian C di wilayah Pamekasan yang ilegal. Jumlah tersebut tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Namun meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, kebijakan penindakan galin C sudah diambil alih Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dari jumlah tersebut yang berizin hanya satu dan kebijakannya ada di Provinsi Jatim,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Setiajit, menuturkan, akan turun lansung untuk menyikapi dan memberikan tidakan tegas kepada pemilik galian C yang tidak mempunyai izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten pamekasan bersama instansi terkait.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Polri dan Kasatpol PP untuk memberikan penjelasan bahwa ilegal mining dapat ditindak, berdasarkan UU No 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup," papar Setiajit.

Selain itu Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah yakni Pemkab juga punya kewenangan untuk menindak galian C yang tidak berizin.

"Di UU No 4 tahun 2009, Pemkab punya kewenangan menindak. lebih-lebih Polri kewenangan penuh, karena ilegal mining merupakan tindak pidana lingkungan, pertambangan dan bisa dikatakan merugikan negara," ungkapnya.

Untuk diketahui sekian banyak lokasi galian C yang tersebar di Pamekasan adalah milik perseorangan dan hanya 10 persen milik perusahaan. (Soheb/Muhri)