Bongkar Mafia Hibah Tunai di BIRO AP Prov. Jatim.
Cari Berita

Bongkar Mafia Hibah Tunai di BIRO AP Prov. Jatim.

Friday, February 21, 2020

Jatimaktual.com, Jawa Timur - Ketua KOPRI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sidoarjo, Nur seha Fatmasari (Refa) mulai angkat Bicara terkait Polemik Bantuan Dana Hibah Tunai yang semakin hari semakin dipermainkan oleh Oknum-oknum berkepentingan. 

"Saya amati dari beberapa tahun sebelumnya permainan Dana Hibah Tunai ini rupanya tidak jauh berbeda, padahal saya berharap dengan munculnya sosok gubernur kali ini, mampu mengentaskan permainan mafia-mafia hibah yang tersebar di sejumlah SKPD dan Biro Prov. Jatim, baik mafia non ASN maupun ASN. karena pada dasarnya Mafia ini tidak akan punya ruang gerak bila mana tidak ada koneksi dengan salah satu pemangku kebijakan di jawa Timur." Kata Refa sembari mengurai secara estafet. 

Bahkan Menurut Aktivis Perempuan ini tidak jarang oknum Mafia Hibah dengan bangganya mengatakan bahwa dirinya sebagai Korlap Hibah di Jawa Timur yang mengendalikan beberapa wilayah. Padahal secara aturan, Bantuan Dana Hibah Tunai ini diberikan kepada kelompok atau lembaga/ormas berdasarkan pengajuan dari bawah dan sesuai kebutuhan yang disetujui oleh Tim Pembahasan Gubernur, sesuai tahapan proses. 

Terpisah. Muhri A selaku mantan Pengurus Cabang PMII Pamekasan mengatakan bahwa Fakta ini malah banding terbalik. Hari ini jarang dan sulit menemukan bantuan hibah tunai yang turun ke sejumlah desa sesuai dengan juklak dan juknis, kebanyakan Bantuan tersebut dikendalikan oleh Korlap, atas nama Penerima bantuan hanya sebagai simbolis untuk melengkapi pemberkasan. Sehingga wajar di satu Desa terdapat puluhan titik bantuan bahkan pada pencairan tahun sebelumnya ada yang mencapai 40, 50, bahkan ada yang 80 titik dengan anggaran yang bervariatif. Mulai dari anggaran 100 juta hingga 250 juta. 

"Itu belum indikasi permainan Fee dan pemotongan anggaran. Yang nominalnya rata berkisar 40- 50 -60 persen. Sehingga benar kalau sebagian oknum itu bilang kalau hibah ini beli uang dapat uang. Karena pekerjaan itu dikerjakan ketika dana sudah dicairkan dari Bank Jatim." Ujarnya.

Sehingga Ibu Gubernur Jawa Timur harus memantau Sirkulasi Proses dari Pengajuan sampai Pencairan terutama di BIRO AP yang selama ini diduga jadi lumbung banjakan oleh beberapa oknum ASN ditingakat Kepala Sub Bagian (Kasubag). 

"Oknum ASN ini beberapa bulan lalu diduga telah menerima Fee yang nominalnya sangat fantastis dari beberapa Korlap Hibah. Hal ini sempat menjadi pembahasan hangat sejumlah aktivis yang ingin membongkar permainan mafia tersebut". Terangnya. 

Bahkan pihaknya bersama sejumlah aktivis lainnya dalam waktu dekat akan melakukan gerakan aksi sekaligus pelaporan secara serentak sebagai bentuk evaluasi agar sirkulasi permianan mafia hibah ini segera tertuntaskan. 

Lalu bagaimana dengan Dinas dan Biro lainnya. Tunggu Epesode Berikutnya... (faisol)