Terkait Pengelolaan SGMRP, Gapura Datangi Kantor DPRD Pamekasan
Cari Berita

Terkait Pengelolaan SGMRP, Gapura Datangi Kantor DPRD Pamekasan

Wednesday, January 22, 2020

Puluhan Aktivis Gerakan Pemuda Madura (Gapura) Pamekasan, menggelar Audensi ke DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Rabu (22/01/2020).

Mereka mempertanyakan Kejelasan Kepemilikan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGMRP) yang dikelola Menejemen Madura United (MU)Namun tak dirasakan nikmatnya oleh Masyarakat Pemuda Olah Raga Pamekasan Khususnya.

Dalam audiensi tersebut Gapura mempertanyakan legalitas MOU yang ditandatangani oleh Bupati Pamekasan dengan Managemen MU bulan april 2019 yang mana dalam nota kesepakatan tersebut menjelaskan bahwasanya sepenuhnya pengelolaan stadion dipasrahkan kepada MU. Namun kenyataannya, kucuran dana milyaran rupiah dari Pemkab Pamekasan masih terus mengalir.

Selain itu Gapura juga mengungkit histori berdirinya Stadion termasuk anggaran yang setiap tahun mengalami peningkatan, disisi lain Gapura juga mengungkit keberadaan Persepam yang merupakan club putra daerah Pamekasan yang sampai saat ini hidupnya tidak jelas.

“Pertama memang niat kita untuk mengembalikan citra Persepam, selaku club asli putra daerah yang saat ini seakan-akan dibiarkan mati suri hanya karena melayani penjajahan yang dilakukan oleh club yang statusnya club bayaran yaitu Madura United, dan sampai saat ini kita secara diam-diam dijajah”. Kata Abd Razek, Ketua Gapura Pamekasan.

Audensi puluhan aktivis Gapura Pamekasan, digelar di ruang sidang DPRD Pamekasan yang dihadiri langsung oleh Kadispora Pamekasan, Mohammad, dan sejumlah Anggota DPRD Pamekasan serta pihak-pihak terkait.

Kadispora Pamekasan, Mohammad, dalam forum audensi tersebut belum bisa menjelaskan secara detail terkait kepemilikan dan pemanfaatan Stadion Gelora Ratu Pemelingan itu. Pasalnya, dirinya dikapasitasnya sebagai Kepala Dinas tidak bisa menjawab secara detil tentang hal proses regulasi itu.

“Yang jelas sedikit Item yang saya tahu dalam klausul perjanjiannya itu bahwa Stadion tidak bisa dipergunakan pihak lain jika sedang dipergunakan oleh MU,” jelas Mohammad, Kadispora Pamekasan, singkat.

Audensi puluhan aktivis Gapura Pamekasan dengan pihak-pihak terkait di ruang sidang DPRD Pamekasan nampaknya masih belum menuai kejelasan hasilnya. Dalam audensi tersebut, juga tidak dihadiri oleh Bupati Pamekasan Badrud Tamam