Relawan KAMIJO Surabaya Total Dukung Gus Din - Ning Hermin -->
Cari Berita

Relawan KAMIJO Surabaya Total Dukung Gus Din - Ning Hermin

Saturday, January 25, 2020

Gus Din (tengah) Bacawali Kota Surabaya 2020-2025 Bersama H. Umar Faruq (kiri) Ketua DPD KAMIJO Kota Surabaya dan Royan (kanan) Wakil Ketua DPD KAMIJO Kota Surabaya, di Delta Plaza Surabaya, Jumat 24 Januari 2020.

Surabaya - H. Umar Faruq Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kader Militan Jokowi (DPD KAMIJO) Kota Surabaya menyatakan solid mengerahkan dukungan kepada Gus Din dan Ning Hermin. Pasangan bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota (Bacawali-Bacawawali) Kota Surabaya 2020-2025, Syafrudin Budiman SIP dan Dra EC Hj. Hermin Ernawati ini akan di support penuh oleh DPD KAMIJO Surabaya.

"Gus Din dan Ning Hermin akan kita dukung makasimal. Bagaimanapun Gus Din (red-Syafrudin Budiman SIP) adalah Ketua DPW KAMIJO Jawa Timur. Beliau adalah sosok Muda yang militan, progresif dan inovatif," ujar Umar Faruq saat ditemui di Delta Plaza Surabaya, Jum'at (24/01/2020).

Katanya, dirinya bersama teman-teman relawan KAMIJO dan teman-teman relawan Jokowi-Amin yang lain akan bergerak mengumpulkan KTP untuk pencalonan Gus Din - Ning Hermin. Lanjutnya, persyaratan KTP ini mutlak menjadi dukungan Bacawali-Bacawawali yang memilih jalur independen atau perseorangan.

"Semua kalangan bergerak untuk Gus Din - Ning Hermin. Semua proses akan kita lalui dan kita laksanakan demi tampilnya tokoh muda intelektual yang menjadi harapan memimpin Kota Surabaya," tukas Umar Faruq.

Terakhir menurut Pimpinan Perusahaan/Redaksi Tabloid Berita-Konstruksi ini, pasangan Gus Din - Ning Hermin adalah pasangan yang cocok untuk menggantikan Ibu Risma (red-Tri Rismaharini). Kata Umar Faruq, Gus Din sangat paham tentang peningkatan ekonomi pembangunan di Surabaya dan Ning Hermin melengkapi urusan kesejahteraan dan perjuangan hak-hak perempuan.

"Gus Din pernah bilang, kalau ingin membangun Surabaya Unggul, Surabaya Maju dan Surabaya Makmur perlu peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya. Dimana PDRB tersebut jangan hanya tergantung APBN dan APBD semata, akan tetap harus ada penguatan PDRB dari pihak swasta, bahkan dari investasi," pungkas Umar Faruq. (red)