PMII dan Pesantren adalah Satu Kesatuan -->
Cari Berita

PMII dan Pesantren adalah Satu Kesatuan

Friday, January 24, 2020

BONDOWOSO - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) laksanakan penutupan Pelatihan Kader Dasar (PKD)  yang bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Darul Falah (Dafa) Kecamatan Cermee, kabupaten Bondowoso. Kamis, (24/01/20) malam.

Kegiatan yang dikemas selama tiga hari oleh PC PMII Bondowoso itu diikuti oleh 41 anggota dari berbagai kampus di Bondowoso, yakni STIS Dafa, Politeknik Negeri Jember Kampus Bondowoso, dan Sekolah Tinggi Ilmu Terbiyah (STIT) Togo Ambar sari, Tangsil, Bondowoso.

Mohammad Afifi selaku Pengurus Koodinator Cabang (PKC) Jawa Timur turut hadir dan memberi sambutan dalam acara penutupan tersebut. Ia menyampaikan bahwa menjadi kader PMII tidak cukup memiliki ilmu dan mengamalkan ilmu, akan tetapi harus juga disertai dengan keihlasan dalam melakukan berbagai hal.

"Pasca PKD ini kita dilatih untuk tidak mengelu. Karena PMII bukan hanya untuk berhimpun, tetapi untuk terus bergerak," ujarnya

Mohammad Afifi yang juga merupakan mantan ketua I PC PMII Bondowoso masa khidmat 2015-2016 itu juga menegaskan bahwa PMII adalah bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), PMII adalah organisasi yg dilahirkan oleh NU. Maka, PMII harus lebih miningkatkan ruh spiritual, ruh kepesantrenan.

"Di sini adalah pesantren, maka PMII harus tetep menjaga ruh kepesantrenan. Karena PMII dan pesantren merupakan satu kesatuan," ungkapnya.

Selain itu, Fathorrosi, Ketua Umum PMII cabang Bondowoso itu juga berharap pasca kegiatan tersebut kader-kader PMII harus mampu bermanfaat dan membawa perubahan yang lebih baik bagi kabupaten Bondowoso.

"Sahabat-sahabat harus Mampu mengamalkan apa yg telah dipelajari disini," ujar Fathorrosi

Kegiatan yang dikemas selama tiga hari tersebut tidak lain bertujuan untuk manambah wawasan keilmuan dan gerakan kader-kader PMII Bondowoso.

"Saya optimis melihat sahabat di depan, saya melihat PMII bondowoso kedepan akan lebih maju dari pada hari ini," pungkasnya.

Penulis : A. Rizal