Peduli Kesehatan, Mahasiswa KKN 29 UMM Adakan Sosialisasi DAGUSIBU -->
Cari Berita

Peduli Kesehatan, Mahasiswa KKN 29 UMM Adakan Sosialisasi DAGUSIBU

Saturday, January 25, 2020

Jatimaktual.com, Malang (24/01) - Bertempat di TK Dharma Wanita 01 Desa Druju Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang, dilaksanakan sosialisasi mengenai penggunaan obat yang baik dan benar. Penggunaan obat secara benar sangat penting untuk membantu penyembuhan pasien dari suatu penyakit tertentu. Namun di masyarakat tepatnya di Desa Druju belum banyak orang yang mengetahui cara pengelolaan obat dengan baik, sehingga melihat hal tersebut, dari tim divisi kesehatan KKN UMM Kelompok 29 yang dibawah bimbingan Bapak Muhammad Kamil, S. IP., MA berinisiatif untuk mengadakan Sosialisasi DAGUSIBU kepada masyarakat dengan sasaran mengundang wali murid TK Dharma Wanita 01 Druju.

Materi Dagusibu disampaikan dari seluruh anggota divisi kesehatan yang menjadi pemateri. Dalam penjelasannya, mereka menyampaikan bahwa pengelolaan obat yang benar adalah dengan sistem Dagusibu. Dagusibu merupakan akronim dari Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang. Yang pertama adalah Dapatkan, berarti dapatkan obat di tempat yang benar, agar terjamin manfaatnya, keamanannya dan kualitasnya. Tempat yang benar berarti legalitasnya ada, misalnya apotek, rumah sakit, toko obat yang memiliki ijin resmi, apotek klinik, dan sebagainya.

Kedua, Gunakan artinya gunakanlah obat sesuai dengan indikasinya (diagnosa penyakit), sesuai dosisnya, sesuai aturan pakainya, dan sesuai cara pemberiannya.

Ketiga, Simpan, yaitu simpan obat sesuai yang tertulis di kemasan, kecuali bila harus disimpan secara khusus.

Keempat adalah Buang. Membuang obat juga harus dengan prosedur yang benar. Obat yang sudah rusak atau kadaluwarsa harus segera di buang, sehingga tidak dapat lagi digunakan. Agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain, obat sebaiknya dibuang dengan cara tertentu sehingga benar-benar tidak berbentuk lagi.

Respon masyarakat terkait sosialisasi ini sangat antusias dalam menanggapi DAGUSIBU karena mereka baru mengerti setelah kami (Divisi Kesehatan) menyampaikan mengenai hal tersebut. Bahkan ketika acara berakhir pun ada beberapa warga yang menanyakan ataupun sharing terkait DAGUSIBU ke pemateri untuk lebih memahamkan kembali.