TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA. UNTUK SHARE KARYA ATAU BERBAGI INFORMASI HUBUNGI WHATSAPP REDAKSI 087777763180/E_MAIL. jatimaktual@gmail.com

Aktivis PMII IAIN Jamber Tolak Alih Status IAIN Menjadi UIN

JATIMAKTUAL.COM, JEMBER - Aktivis PMII IAIN Jember, Muhammad Haris Taufikurrahman, mahasiswa Fakultas Syariah, Pogram Studi (Prodi) Hukum Tata Negara ini menolak adanya alih status kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Ahmad Shiddiq (Khas) Jember. Sebab, jika kampus ini beralih status tentu pembangunan gedung akan semakin meluas, yang dianggap akan berdampak buruk kepada masyarakat sekitar kampus nantinya.

Menurutnya, dampak yang akan dialami oleh masyarakat. Pertama, masyarakat akan menerima cuaca ketika musim panas tiba. Yang mulanya lingkungan masyarakat terasa sejuk, dengan adanya pembangunan gedung kampus yang semakin meluas, pada akhirnya masyarakat akan merasakan panas, sebab tidak ada tempat untuk berteduh.

Kedua, dampak bagi masyarakat adalah sampah yang dibawa oleh mahasiswa. Perlu disadari, semakin banyaknya mahasiswa yang masuk ke kampus IAIN Jember juga berdampak kepada banyaknya sampah yang menumpuk di lingkungan tersebut.

Dampak ketiga, karena pembangunan kampus semakin luas dan mempersempit aliran sungai khususnya sungai Bedadung yang berada dibelakang kampus ini. Akan berakibat kepada luapan air ketika musim penghujan yang nantinya bisa terjadi banjir, yang justru tidak diinginkan warga setempat yang berada di sebrang sungai belakang kampus ini.

"Hal ini sudah kami kaji terlebih dahulu bersama aktivis yang lain, ternyata banyak dampak yang dirasakan warga disekitar kampus ketika alih status ini terjadi," tolaknya tegas, saat ditemui di warung Nol Kilometer Gang Semanggi, Jumat (17/1/2020).

Haris menyatakan bahwa, tidak semua mahasiswa bangga dengan kampusnya yang akan beralih status nantinya. Karna bukannya mau mensejahterakan masyarakat malah membawa masalah untuk masyarakat.

Menurutnya, kampus IAIN Jember ini masih belum pantas untuk beralis status. Karena dilihat dari fasilitas yang ada, kemudian kemampuan dari mahasiswanya, serta dari sistem yang masih cacat.

"Kami menolak adanya alih status ini, karena kampus masih tidak memadai untuk beralih status. Kami juga merasa hal itu sangat tidak pantas karena melihat dari kemampuan mahasiswa, ataupun fasilitas-fasilitas yang ada di kampus memang tidak sebanding dengan tingkat Universitas lainnya," pungkasnya.

Reporter: Edi supriyanto

Respon Pembaca.

8 comments:

Nasiruddin said...

Termasuk yang menolak pula merupakan kecacatan bagi lembaga itu sendiri sehingga tak pantas menjadi UIN, banyak ketidak puasan dari mahasiswa namun justru mahasiswanya yang tak mau di atur... 🙏 fasilitas tak mewadahi namun maunya kuliah gratis dan menolak Kenaikan SPP..

Kita boleh menolak semua kebijakan
Namun apa solusinya ?? Adakah tawaran konsep untuk kemajuan kmpus itu sendiri ??
Jangan hanya bisa menolak jika ujung-ujungnya hanya sebatas beberapa oknom saja..
Kuatkan data dan masanya minimal 60% dari keseluruhan mahasiswa..
Berani menolak berani mandiri tidak ? Berani mengikuti sistem tanpa loby

Mawas diri, kita siapa dan dari mana...
Dan jngn sekali kali mengedepankan ego sendiri atau kelompok tanpa memikirkan lembaga di belakangmu kedepannya akan seperti apa ?
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

Rifu said...

Segala pembangunan tentunya sudah ada analisis tersendiri, apalagi sekelas kampus, mas nya belajar AMDAL dulu ya, agar tidak salah..
Kalo masalah sampah, dikampus sudah ada tempat sampah, tinggal mahasiswanya bisa buang sampah tidak sembarangan , coba mengkaji bersama ilmuan atau ahli dalam bidangnya agar tidak salah kaprah ya mas. ..

Blog Master said...

Memang tak pantas IAIN Jember jadi UIN, kalau mahasiswanya begini semua
Selalu berfikir positif itu lebih penting dari ada berfikir negatif, ya meskipun dalam rangka memberi masukan
Lalu, apa kampus butuh masukanmu? Tidak, kampus butuh perubahan kemampuan mahasiswanya kearah yang lebih positif
Masalah fasilitas dan sistem, saya pikir seluruh jajaran kampus tidak bakal diam

Unknown said...

Aneh

Anonymous said...

Hiii mahasiswane IAIN kok horor-horor , kampuse kate maju kok mahasiswane maleh nolak maju. Hii didikane sopo koe le

Husni Samudra said...

Ya ga pantas jadi UIN kalo mahasiswanya kayak TS ini 🤣 oh tuhan, ini tulisan mahasiswa atau piye seh? Kok seperti lagunya didi kempot,Ambyar cukk 🤣

jema'at gereja said...

anu nya kya pipa rucika , mengalir sampai jauh..

Nurul_Yaqin. said...

Hal ini biasa menurut saya, pastinya ada yang pro dan kontra. Pada intinya tak semua orang memiliki pemikiran yang sama.

Post a Comment