Diduga Menyalahgunakan Wewenang, MPR Madura Raya Siap Kawal Kasus Tersebut Ke Jalur Hukum -->
Cari Berita

Diduga Menyalahgunakan Wewenang, MPR Madura Raya Siap Kawal Kasus Tersebut Ke Jalur Hukum

Friday, December 13, 2019

Jatim Aktual - Sumenep-, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Sumenep, terindikasi melakukan penyalahgunaan wewenang, Majlis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya, ancam akan bawa kasus tersebut ke ranah hukum

MPR Madura Raya, malukakan audiensi ke Disperindag sumenep, Jumat/13/12/19. Audensi dilakukan karena MPR Madura Raya menduga Disperindag Kab. Sumenep, menyalah gunakan wewenang terkait pembebasan tanah di Kecamatan Batuan, Sumenep, seluas 1.6 hektar.

Dalam kesempatan tersebut ketua MPR Madura Raya, Noval, mempertanyakan proses dan mikanisme pembabasan lahan yang dilakukan oleh Disperindang, terkait prosedur yang diamanatkan dalam Undang-Undang dan Perpres.

"Yang kami tekankan dan kami tanyakan adalah apakah  Disperindag sudah melakukan proses dan mikanisme yang sudah ditentukan dalam Perpres No. 71 tahun 2012 dan UUD No. 02 tahun 2012, tentang penyelenggaraan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum", ujar Noval

Pada kesempatan tersebut, pihak Disperindag Memberi jawaban yang terkesan normatif, dan mengatakan bahwa Dinas sebelumnya sudah pasti melakukan susai dengan mikanisme dan prosedur yang ada.

"Saya menyakini kepala Dinas sebelumnya sudah melakukan prosedur yang sudah ditentukan" tutur Agus, sapaan akrabnya.

Namun setelah ditanyakan bukti terkait proses dan mekanisme seperti yang sudah tertera dalam Perpres dan UUD.  Disperindag mengaku masih akan mencari data-data tersebut.

"Tapi, mengenai bukti-bukti yang kalian minta kami masih akan mencarinya" lanjutnya

Mendengar tanggapan tersebut, ketua MPR Madura Raya, Noval, geram dan mengancam akan membawa masalah ini ke meja hukum, apabila dalam waktu yang sudah ditentukan pihak Disperindag tidak memberikan bukti-bukti yang mereka minta.

"Jika dalam waktu yang sudah kami tentukan pihak Disperindag belum memberikan bukti-bukti yang kami minta, maka kami akan membawa masalah ini ke meja hukum" tegas Noval

Lebih lanjut Noval menyatakan bahwa Disperindag kab. Sumenep, ternyata tidak memilki bukti-bukti yang kami minta, maka diduga kuat pihak Disperindag melakukan perbuatan melawan hukum.

"Namun, bila pihak Disperindag tidak memiliki bukti terkait proses dan mekaniseme dalam pembasan tersebut, maka kami duga mereka sudah melakukan perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan wewenang dan merugikan keuangan Negara sebesar 8.941 milyar", pungkasnya.

Sementara, Pihak Disprindag hingga saat ini masih belum bisa dikonfirmasi. 
__________

Kontributor  : Fairus
Editor            : Vicky