Sosok Kyai Jember yang di Idolakan Gus Dur dan Gus Mus


(01/11/12) Jember - Komunitas NU Backpacker  jember mengadakan gathering dalam momentum Hari Santri Nasional dengan mengangkat tema “Refleksi Tokoh Millenial NU Jember di Era tahun 1937”. Tokoh nasional  NU yang mereka angkat dalam acara tersebut adalah keluarga Bani Shiddiq yang pernah menjadi ketua PBNU tahun 1937 M dalam muktamar NO ke-12 di Malang. Beliau adalah putra dari KH Muhammad Shiddiq, Talangsari, Jember atau kakak dari KH Ahmad Shiddiq (Rois Aam PBNU 1984-1991) (31/11/2019).

Acara yang diselenggarakan di Area pemakaman keluarga Bani Shiddiq tersebut dihadiri oleh anggota NU Backpaker Jember dan para kader muda NU, dengan mengundang Gus Afton Ilman Huda sebagai pemantik diskusi dalam gathering tersebut. Gus Afton sendiri merupakan  keluarga besar dari Bani Shiddiq.

Menurut Gus Afton, semasa hidupnya, salah satu keluarga Bani Shiddiq merupakan sosok yang sangat kontroversial, namun banyak juga tindakan beliau yang disetujui oleh kyai sepuh pada masa itu, jelasnya.

Lebih lanjut Gus Afton menjelaskan bahwa Gus Put  (KH Mahfudz Shiddiq)  selalu berpikir jauh ke depan untuk kemajuan NU sendiri. Sebagai tokoh NU, Gus Put dikenal sebagai kyai yang modernis, organisatoris dan ahli manajemen. Selalu berpenampilan sangat rapih, klimis dan berdasi serta menguasai dan mengajarkan pada masyarakat sekitar 6 bahasa, mulai bahasa Indonesia, Inggris, Belanda, Jepang, Arab dan Mandarin. Ada beberapa hal yang membuat Gus Put diidolakan oleh Gus Dur dan Gus Mus, diantaranya mengenai pemikiran beliau tentang perkembangan NU kedepannya dan bakat diplomatis beliau yang sangat besar pengaruhnya dalam persebaran NU di Indonesia kala itu.
Selain melakukan diskusi tentang biografi Gus Put, dalam gathering tersebut Gus Afton juga mengajak para anggota yang hadir untuk melakukan ziarah di makam KH. Mahfudz Shiddiq. Pada penghujung acara, Gus Afton berpesan supaya para anggota NU Backpacker Jember dan para kader muda NU dapat menjadikan sosok KH. Mahfudz Shiddiq sebagai teladan dalam memperjuangkan NU.(Umi Ku

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment