Kasus Korupsi Pasar Manggisan Mangkrak, Mahasiswa Jember Ancam Demonstrasi di Depan Kejaksaan


(03/11/19) Pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, belum menunjukkan titik terang. Padahal, saat awal kasus itu menyeruak, publik sempat dihebohkan dengan langkah kejaksaan.

Kasus ini bermula dari keluhan para pedagang atas mangkraknya pembangunan renovasi Pasar Manggisan. Penyidik Kejari Jember pada 20 Juni 2019 lalu sigap menggeledah kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). 5 Bulan berlalu, tim penyidik belum juga menetapkan satupun tersangka.

Kejaksaan berdalih terkendala tim ahli bidang teknik dari Universitas Jember. Mereka diminta untuk menghitung kerugian negara dalam kondisi fisik pembangunan Pasar Manggisan.

Selain saksi ahli, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi baik pegawai maupun pejabat Pemkab Jember serta pihak swasta. Sejumlah saksi bahkan ada yang telah dipanggil hingga tiga kali.

Mandeknya pengusutan kasus dugaan korupsi revitalisasi serupa kondisi bangunan Pasar Manggisan. Sampai saat ini, masih banyak bagian-bagian fisik bangunannya yang tidak tuntas digarap. Mulai dari atap, lantai, toilet, kaca kantor, kios sampai lahan parkir.

Kondisi ini membuat pedagang terpaksa harus pindah lokasi berjualan dan merugi. Karena lokasi penampungan sementara tidak sebaik seperti Pasar Manggisan. Pasar Manggisan belum bisa ditempati karena bangunannya masih berperkara.

Proyek perbaikan pasar tradisional ini menelan dana APBD Jember tahun 2018 sekitar Rp 100 miliar.

Berlarutnya kasus ini menuai tanggapan dan kritik dari Aliansi Mahasiswa Jember (AMJ)

"Jelas kami patut berprasangka buruk atas mandek serta molornya kasus, bagaimana tidak kasus ini sudah mangkrak hampir setengah tahun tanpa ada tanda-tanda akan ditindaklanjuti pada tahapan berikutnya, kepala kejaksaan negeri Jember pak Prima Idwan Mariza harus memberi kepastian pada publik bahwa beliau tidak main-main dalam menuntaskan kasus korupsi pasar manggisan ini, sebab kalau belum juga ada titik terang jangan salahkan kami jika kami mahasiswa dan angkatan muda Jember mengambil tindakan dengan mengkonsolidir masa aksi untuk unjuk rasa di depan kantor kejaksaan negeri Jember guna menyuarakan kerugian pedagang pasar setempat yg sudah luntang-lantung 6 bulan terakhir" tegas Muhammad Sofwen selaku koordinator Aliansi Mahasiswa Jember (AMJ) pada awak media

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment