Sekdes Galis Angkat Bicara Soal Pemangkasan Dana Bantuan Ternak Sapi di Pamekasan.

Ilustrasi Gambar. AJNN
Jatimaktual.com, Pamekasan.- Gejolak Kasus Bantuan Hibah Ternak Sapi Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan, menelan anggaran sekitar satu Miliar Rupiah yang diterima oleh dua belas kelompok masyarakat. Anggaran bantuan tersebut rupanya dipangkas oleh oknum pihak ketiga, sehingga kelompok masyarakat tidak menerima sebagaimana anggaran yang dicairkan dari Bank. 

Sebelumnya media online jatimaktual.com melakukan klarifikasi ke salah satu penerima bantuan yang ada di Desa Galis, sehingga secara bertahap permainan pihak ketiga tersebut mulai terungkap. Bahkan sekretaris desa ikut berkomentar mengingat penyerahan bantuan ternak sapi tersebut pada waktu itu dihadiri oleh perangkat Desa. 

Subairi selaku Sekdes Galis menyatakan pihak "korlap" tidak terbuka. "Terkait bantuan Hibah yang turun ke Pokmas di Desa Galis terus terang persoalan proposal pengajuannya kami tidak tahu, hanya saja pada saat menjelang pendistribusian bantuan, kami dipanggil dan diminta untuk menandatangani berkas".

Bahkan menurutnya, "pertemuan tersebut di letakkan dibalai desa konang bersama pihak yang membawai dari pademawu, dan beberapa penerima bantuan lainnya.  itupun kami tidak tahu terkait nominal besaran anggarannya berapa dan jumlah ekor sapinya serta harga satuannya. 

Tetapi kalau lokasi pendistribusian sapi yang ke pokmas, saya tahu karena kebetulan saya juga diundang waktu penyerahan ke pokmas, jadi kalau terjadi pemangkasan anggaran dari pihak korlap, itu diluar sepengatahuan kami. Karena korlap juga tidak ada pemberitahuan secara detail ke kami terkait anggaran."

Padahal sebenarnya.  pihak perangkat desa sangat bangga ketika ada bantuan dari pemerintah yang sifatnya membantu kesejahteraan masyarakat. Namun pihaknya meyayangkan apabila benar bahwa anggaran yang seharusnya turun 100% ternyata masih di permainkan yang ujung-ujungnya warga atau kelompok masyarakat juga yang dilibatkan ketika terjadi kasus. (ma)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment