Penerima Tidak Tahu Soal Dana Bantuan, Gubernur Harus Panggil "Korlap" yang diduga Tim suksesnya.

Foto Rehab Ruangan Guru di lembaga MTs Al Asror Kec. Talanakan
Jatimaktual.com, Pamekasan.- Polemik Bantuan Dana Hibah Provinsi Jawa Timur tahun 2018- 2019 harus menjadi catatan penting bagi instansi terkait maupun Gubernur Jawa Timur. Pasalnya dari informasi dan temuan media online jatimaktual.com dilapangan. Antara lain;

- Bantuan hibah terkesan liar (Banyak yang tidak diketahui oleh Kepala Desa),

- Menumpuknya bantuan di salah satu desa yang terindikasi terjadi tindak pidana korupsi,

- Dugaan Pemotongan yang mencapai sekitar 40% bahkan tidak menutup kemungkinan sampai 50% di sejumlah paket bantuan, hal itu dilakukan oleh salah satu oknum "Korlap".

- Banyaknya Pengurus Pokmas/Yayasan pemerima bantuan yang tidak tahu persoalan pengelolaan keuangan dikarenakan dana setelah dicairkan dari bank oleh ketua dan bendahara pokmas/yayasan langsung diambil alih oleh korlap, sehingga pokmas hanya menjadi alat pelengkap administrasi. 

- Dugaan Adanya Ratusan paket bantuan hibah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang masih satu aliran (Korlap).

- Munculnya Korlap Baru yang menghandel bantuan di sejumlah Pesantren dan lembaga-lembaga swasta yang diduga sebagai pendukung kuatnya (Tim Sukses) Gubernur jatim.

Menurut Kepala MTs Al Asror Kec. Talanakan. Bantuan hibah yang saat ini sedang dikerjakan dilembaganya merupakan aliran dari M inisial yang diduga sebagai Ring pertama Pendukung Gubernur Jawa Timur. Sehingga wajar ketika proses penerimaan bantuan tersebut terkesan singkat. Dan mayoritas bantuan yang dikoordinatori M merupakan bantuan yang turun ke yayasan dan lembaga pendidikan di beberapa kecamatan di Pamekasan. 

" ini yang mengawal M saya hanya sebagai pekerja yang tau terkait proyek ketua yayasan." Kata Kedua Orang yang menandatangani berkas proposal dan yang terlibat di pencairan dana. Maskipun keduanya tidak tahu terkait pengelolaan keuangan yang digunakan untuk pembelanjaan rehab dan bangunan. 

Foto Pagar dan Gapura di Yayasan An Nur Pamekasan
Terpisah. Pengasuh Yayasan An Nur di Kecamatan Pamekasan menyatakan saat dikonfirmasi dikediamannya bahwa  pihaknya sama sekali tidak mengetahui persoalan keuangan, jadi murni hanya meminjam nama dan lokasi pekerjaan. Semua kendali keuangan sampai persoalan pekerja di tangani oleh korlap M (inisial). " kalau saya hanya menerima jadi, yang tahu semuanya M, biar lebih jelas saya koordinasikan ke M." Kata A mewakili AM. 

Sekedar diketahui ada sejumlah Yayasan, Masjid dan lembaga swasta yang menerima bantuan hibah tahun 2019 yang masuk pada aliran M, salah satunya di kecamatan Tlanakan, Kecamatan Pamekasan. Bahkan saat jatimaktual.com melakukan klarifikasi ke salah satu lembaga di Tlanakan sempat ada upaya pemberian sesuatu diluar kepentingan klarifikasi namun ditolak sekalipun beberapa kali dipaksakan oleh bendahara lembaga dengan alasan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah bantuan. (ma)





Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment