Kusbandono Sesalkan Arogansi Bupati Faida dalam Gelaran Hari Santri

Jatimaktual.com, Jember.- (16/10/19) Bakal calon bupati Jember dari partai PDI Perjuangan yakni Kusbandono menyayangkan sikap bupati yang tidak akomodatif terhadap rencana gelaran hari santri yang akan digelar oleh PCNU Jember, bahkan tersiar rumor bahwa izin penggunaan lapangan alun-alun yang sejatinya akan dijadikan sebagai lapangan upacara hari santri NU ditolak oleh Bupati Jember Faida

Rumor tak sedap ini kemudian tersebar, dan ramai pemberitaan bahwa Faida selaku Bupati menyiapkan upacara hari santri tandingan untuk menandingi upacara hari santri versi masyarakat NU Jember

Hal ini memantik komentar bacabup kusbandono yang tak lain juga aktivis muda serta kader asli Nahdliyyin

"Saya amat menyayangkan hal ini terjadi, apa susahnya bupati mengeluarkan izin penggunaan alun-alun untuk penyelenggaraan upacara hari santri yang diajukan oleh pengurus NU Jember utamanya kyai Abdullah Syamsul Arifin, seharusnya kan bisa sinergi, urusan seperti ini bupati harus menunjukkan ketaatannya sebagai santri dihadapan Romo-romo kyai sepuh NU, bukan malah secara arogan ingin memecah belah masyarakat NU Jember dengan menggalang upacara tandingan lalu mengerahkan camat untuk mengorganisir peserta upacara, ini jelas keangkuhan politik yang tidak bisa ditolerir" tegas cak kusbandono pada awak media

Kusbandono menambahkan bahwa perlu adanya spirit kepemimpinan baru kedepan untuk Jember yang lebih sinergi dengan pesantren dan ulama, tidak lagi Su'ul adzab kepada para sesepuh

"Ya begitulah kalau kabupaten santri tetapi dipimpin oleh seseorang dengan track record belum jelas kesantriannya, akhirnya banyak ulama pesantren tersakiti, tentunya kedepan kita berharap pemimpin Jember berasal dari kalangan NU" ucap sosok muda yang pernah menjadi figur penggerak Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) organ mahasiswa NU itu

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment