Massa Aksi Pembela Tembakau Sempat Bentrok dengan Aparat di Depan Kantor Bupati Pamekasan

PAMEKASAN - Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) & Institut Kajian dan Riset Daerah (Ikred) sempat bentrok dengan aparat kepolisian di depan Kantor Bupati Pamekasan, Senin (10/9/2019).

Bentrok terjadi saat massa aksi pembela tani tembakau mendobrak pintu pagar dan memaksa masuk ke dalam halaman Kantor Bupati Pamekasan.

Mereka kecewa lantaran aksinya tak kunjung ditemu oleh orang nomor satu di Kota Gerbang Salam.

Cek-cok pun terjadi. Aksi saling dorong dan adu argumen terjadi. Massa aksi dan aparat kepolisian berdebat.

Tembakan gas air mata hampir saja diluncurkan lantaran massa aksi bersikukuh masuk menemui Bupati Baddrut Tamam.

"Kami tidak ada urusan dengan aparat kepolisian. Jadi kami harapan aparat kepolisian minggir dari sini. Kami mau bertemu Bupati Pamekasan," ucap Musfiq MTW saat saling dorong dengan aparat.

Selang beberapa menit, massa aksi memberi kompensasi kepada pihak aparat kepolisian tidak akan memaksa masuk dengan syarat Bupati Baddrut Tamam keluar menemuinya.

Sayang beribu sayang, Bupati Pamekasan yang dikenal dengan jago selfi tak juga menemui massa aksi.

Sehingga, yang menemui massa aksi ialah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Pamekasan, Agus Edi Suprapto.
Dengan terpaksa, Musfiq MTW dengan lapang menerima Kadisperindag menemuinya dengan syarat menandatangani perjanjiannya bermaterai.

"Baik, sehubung Bupati Pamekasan & Wakil Bupati Pamekasan tidak bisa menemui, dengan sendirinya dan otomatis kebijakan ada di sampean sekalu Kadisperindag Pamekasan," ungkap Musfiq.

Menurutnya, 17 visi misi pasangan Berbaur sangat ideal dan productif, namun berjalannya waktu dan manisnya hari visi misi tersebut dikikis oleh keambisian, keotoriteran dan senangnya berselvi. Sehingga, program dan ide untuk mewujudkan Pamekasan Hebat gagal total.

"Buktinya hari ini rakyat dan petani tembakau menangis dan berdaya karene harga tembakau di Pamekasan sangat murah tak terjangkau. Ini bukti bahwa Bupati Pamekasan gagal mengemban amanah rakyat dan berdosa kepada rakyat," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangam (Kadisperindag) Pamekasan, Bambang Edi Suprapto mengakui untuk pelaksanaannya dibawah produktif.

"Kita akui dan kita ketahui bersama mengenai peleksanaannya dibawah produktif," ucapnya kepada massa aksi.

Dikatakan Bambang, dirinya sempat mengumpulkan 9 pabrikan untuk mengetahui aturan yang ditentukan Pemkab Pamekasan dan meminta untuk mematuhinya.

"Kita sudah berusaha kepada pabrikan ini sebelum musim tembakau (panen) dibuka semuanya kami undang, dan disampaikan bahwa biaya priduksi gunung, sawah, tegal, kita minta mereka untuk mematuhi," ungkapnya.

Perlu diketahui, beberapa tuntutan yang dibawa dan dibacakan dihadapan Kadisperindag Pamekasan sebagai berikut:

  1. Bupati dan Wakil Bupati harus tanggungjawab kepada petani tembakau Pamekasan.
  2. Bupati dan Wakil Bupati harus mendesak gudang atau pengusaha pabrikan agar tembakau milik rakyat Pamekasan terjual mahal.
  3. Bupati dan Wakil Bupati harus terjun langsung ke gudang supaya tahu permainan pabrikan.
  4. Bupati dan Wakil Bupati harus memberikan teguran keras kepada Kadisperindag dengan adanya 'Pemantau Tembakau' tidak boleh masuk ke dalam gudang.
  5. Dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati sudah tidak mematuhi Perda No. 04 tahun 2015 Bab II Pasal 3 huruf (c), apabila dalam jangka waktu 3x24 jam tuntutannya tidak dipenuhi, maka akan mendesak Pimpinan DPRD Pamekasan untuk melakukan 'Pansus Tata Niaga Tembakau'. (Fiq)


Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment