Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Wujudkan Bamboo Mewek Park sebagai Destinasi Wisata di Tengah Kota

Jatimaktual.com, Malang, - Kampus | Mengusung konsep alam  dengan berbagai wahana menarik didalamnya seperti camping ground, flying fox, ban air, edukasi greenhouse, area sawahan serta permainan tradisional dapat dirasakan ketika berkunjung ke acara Semarak Bamboo Mewek Park, Sabtu (31/8/2019) yang berlokasi di Bamboo Mewek Park, RT 09 RW 04, Tunjung Sekar, Kota Malang. Acara ini digagas oleh tim Exsto sekumpulan mahasiswa Public Relations, Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang yang dibimbing oleh dosen Arum Murtikasari, M.Med.Kom. 

Berawal dari adanya lokasi Bamboo Mewek Park yang sempat menyabet juara 1 dalam lomba kampung tematik 2016 dan memiliki potensi untuk menjadi lokasi wisata alam, namun ketika itu sedang mati dan tidak terkelola dengan baik. Alhasil seolah menjadi lahan yang tidak terpakai. Exsto berinovasi untuk memperbaikinya dan mengubahnya menjadi Wisata Bamboo Mewek Park yang indah kembali. Tidak perlu jauh-jauh mencari lokasi wisata alam, Bamboo Mewek Park hadir ditengah kota. “Mewek” dalam nama Bamboo Mewek Park sendiri memiliki sejarah dari kali mewek yang ada dilokasi tersebut dimana dulunya terdapat sejarah  Ken Dedes yang mewek atau menangis di kali mewek.

Semarak Bamboo Mewek Park merupakan launching dari destinasi wisata tersebut. Menariknya, pengunjung akan diajak kembali ke alam, menikmati suasana alam yang indah dan segar, serta menikmati wahana alam yang menarik. Disajikan pula nasi pecel yang diwadahi dari daun pisang lengkap dengan dawet menjadi pelengkap pada sore hari itu. Acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB  ini mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat umum dan juga tamu undangan. Sekitar 250 orang diberikan sensasi duduk lesehan beralaskan tikar di rerumputan area Bamboo Mewek Park layaknya sedang camping, ditambah dengan menikmati suguhan hiburan permainan tradisional dari bambu yaitu bambu gila, dan nyai puthut yang di pawangi oleh Mbah Yongki dari Kampung Janti Padhepokan. Selain itu pengunjung juga senang dapat menikmati indahnya santai di sore hari duduk di gazebo bambu serta dapat berfoto di kurungan besar yang terbuat dari bambu dengan tinggi hampir 3 meter. 

"Tentunya kami (official Exsto ) berharap dengan dilaunchingnya BMP pada sore hari ini, kedepannya seluruh elemen masyarakat saling bahu membahu menginvestasikan tenaga, pikiran, bahkan materi untuk kemajuan BMP, hingga mampu bersaing dengan kampung wisata yg ada di kota malang, hal ini tentunya sangat butuh semangat, insiatif, dan inovasi dari masyarakat Tunjungsekar, jika semua itu sudah tertanam dalam diri masyarakat pasti akan tercipta harmonisasi alam dan manusia di bumi Tunjungsekar" ungkap Kemal Adeleo selaku ketua pelaksana.

Semarak Bamboo Mewek Park ini dihadiriri pula oleh kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni SH, M.Si beserta jajarannya. Kemudian camat Lowokwaru, Imam Badar. Hadir pula Lurah Tunjungsekar Subhan Effendy ST. Dan juga beberapa anggota kelompok Sadar Wisata se-Kota Malang serta adek-adek dari beberapa SD di Tunjungsekar yang ikut memeriahkannya. 

“Semoga dengan di launchingnya Bamboo Mewek Park ini, masyarakat tunjung sekar bersama paguyuban dan juga pengelola lainnya bisa terus mengembangkan dan berinovasi agar nantinya bisa menjadi destinasi Wisata baru yang ekonomis ” tegas Ida Ayu Made SH, M.Si selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang.

Adanya wisata Bamboo Mewek Park dengan keindahan alamnya lengkap dengan sejarah didalamya dapat mengangkat Kota Malang sebagai lokasi adanya destinasi wisata tersebut. Diharapkan wisatawan nantinya akan sering berkunjung ke kota Malang terutama mengunjungi Bamboo Mewek Park. Telah dilaunchingnya Bamboo Mewek Park sebagai destinasi wisata yang digelar oleh tim Exsto, diharapakan kembali masyarakat Tunjungsekar akan mengembangkannya secara berkelanjutan dan  kemudian akan berdampak positif bagi masyarakat Tunjungsekar sendiri yaitu meningkatnya perekonomian masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, menjadi desa tujuan wisatawan, lebih bagus lagi jikalau nanti bisa menjadi desa wisata.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment