Kegagalan Dalam Membaca Sejarah


(09/09/2019)Akibat dari seseorang yang terlalu fanatik dengan identitasnya, tribal dan primodial yang hanya membaca simpul sejarah dari satu sudut pandang  dan saya sadar kita berada diperadapan seperti itu, yang menganggap bahwa apa yang menjadi pandangannya benar, selalu ingin dibenarakan dan berhak atas segalanya. Kembali lagi saya ingatkan dan sampaikan bahwa Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir dari keresahan dan kegelisahaan mahasiswa Nahdliyyin yang menginginkan sebuah organ sebagai basis pengkaderannya.

Gaggasan Berdirinya organisasi PMII yang pertama adalah wadah departemen perguruan Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama (IPNU) di anggap tidak lagi cukup kuat untuk mewadahi gerakan mahasiswa, yang kedua adalah pertimbangan politik dan keamanan dalam negeri menuntut pengamanan yang exstra hati-hati, kususnya bagi kalangan mahasiwa Islam, yang ketiga adalah satu-satunya wadah yang menaungi mahasiswa islam saat itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diniai memiliki kedekatan yang sangat intim dengan partai Masyumi, sedangkan partai Masyumi secara terang-terangan melibatkan diri dalam pemberontakan PRRI. “Fauzan Alfas, PMII Dalam Simpul-simpul Sejarah Perjuangan, hlm 4”

Untuk mewujudkan sebuah wadah Mahasiswa tersebut diadakanlah Konferensi Besar IPNU dan dibentulah panitia yang berjumlah 13 orang yang terdiri dari A. Chalid Mawardi (jakarta), M. Said Budairi (Jakarta), M Sobich Ubaid (jakarta), M. Ma’mun Sjukri BA (Bandung), Hilman (Bandung), H. Ismail Makky (Yogyakarta), Munsif Nachorwi (Yogyakarta), Nuril Huda Suaidi BA (Surakarta), Laili Mansjur (Surakarta), Abdul Wahab Djailani (Semarang), Hizbullah Huda (Surabaya), M. Cholid Narbuko (Malang) dan Ahmad Husain (Makasar), ke 13 Tokoh ini ditunjuk untuk Mempersiapkan segala kelengkapan agar organisasi wadah Mahasiswa Nahdliyyin dapat diwujudkan dan juga atas pertimbangan dari KH. Dr. Idam Chalid yang pada saat itu menjadi ketua Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PB. NU) Menunjuk dan memberikan Amanah  kepada Mahbub Djunaidi yang pada saat itu masih bersetatus kader HMI Sebagai Ketua Umum PMII. “Fauzan..., PMII...... hlm 5”

Hal tersebutlah yang menyebabkan mahasiswa yang ber-HMI kususnya di Universitas Muhammadiyah Jember gagal faham atau salah mengartikan (Tidak berdasar) Isu karatan bahwa Mahbub djunaidi adalah pendiri dari PMII padahal kalau kita menelisik dan melihat lebih jauh lagi sejarah berdirinya PMII dalam 13 tokoh pelopor pendirinya, tidak ada salah satupun menyebutkan nama mahbub djunaidi. Mahbub djunaidi adalah warga tulen Nahdliyin hal ini mempertegas bahwa Mahbub Djudaidi Merupakan Ketua Pertama Bukan Pendiri PMII.

Respon Pembaca.

1 comments:

PK. PMII UNTAG 45 BANYUWANGI said...

Mantab. Kayaknya memang tersistem buzzernya.

https://pkpmiiuntag45.blogspot.com/2019/09/penyimpangan-sejarah-pmii-lahir-dari-hmi.html?m=1

Post a Comment