Terkait Kafe dan Pertokoan Liar di Pamekasan, Alpart: 200 Lebih Tak Kantongi Izin


Jatimaktual.com, PAMEKASAN- Sejumlah pemuda yang tergabung dalam (Alpart) melakukan aksi demonstrasi Pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan terkait keberadaan kafe dan dan pertokoan yang disinyalir tak mengantongi izin, Rabu (07/08/2019).

Berdasardasarkan pantauan jatimaktual.com dilapangan, aksi yang di ketuai oleh Basri tersebut ditemui oleh kepala DPMPTSP dan didampingi oleh kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) selaku penegak perda.

Basri selaku Korlap aksi menuturkan bahwa dirinya kecewa terhadap Pemkab Pamekasan, karena dinilai tebang pilih dalam penegakan perda.

“Sekitar 200 lebih tempat usaha yang tak mengantongi izin tapi sejauh ini tidak ada tindakan dari Pemkab Pamekasan sedangkan PKL yang miliki oleh rakyat kecil selalu di beri tindakan tegas. Ini kan tidak adil," teriaknya.

Bahkan dirinya menyinggung beberapa tempat usaha yang tak mengantongi izin masih beroprasi  dengan bebas.

“Seperti rumah makan Kunyah-kunyah, coffe Cozy, Kurnia motor dan yang lainya masih beroprasi yang jelas-jelas tidak ada izinnya dibiarkan begitu saja, ini kan tebang pilih," tegasnya.

Adanya persoalan tersebut pihaknya menuding adanya permainan antara Dinas terkait dengan pihak pengusaha.

"Jangan jangan ada main dengan pemilik usaha, kok kinerjanya mencla-mencle begini,"tambahnya.

Bahkan dirinya mengancam akan akan tetap mengkawal persoalan tersebut sampai tuntas sehingga tercipta yang namanya peratuan yang berkeadilan.

“Kami akan melayangkan surat kepada Bupati Pamekasan untuk melakukan aksi yang lebih besar semisal nanti tidak ada tindak lanjut dari DPMPTSP dan Satpol PP," tukasnya.

Sementara itu saat dimintai keterangan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agus Mulyadi mengatakan bahwa sebagian cafe tersebut sudah mendaftar ijin dengan sistem Online Single Submission (OSS).

"Namun masih belum ditindak lanjuti oleh pemilik usaha," pungkasnya. (Heb)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment