Seminar Pendidikan Perdana KPM Posko 70 IAIN Madura

PAMEKASAN - Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Posko 70 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mengadakan seminar pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) al-Ikhwan, khususnya Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) dan Sekolah Menengah Atas Islam (SMAI) Desa Lesong Daya, Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (27/07/2019).

Seminar pendidikan yang dihadiri oleh siswa SMPI dan SMAI al-Ikhwan, wali murid, kepala sekolah, dewan guru serta aparatur desa Lesong Daya ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. 

“Acara ini merupakan acara perdana posko 70 dalam rangka menumbuhkan kesadaran orangtua terhadap pendidikan anak. Minimnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan anak tidak semerta-merta tanpa alasan. Sebab musababnya kami dapatkan dari survei lapangan dusun tengah desa Lesong Daya. Informasi yang kami dapatkan diperoleh dari wawancara kepada masyarakat sekitar, sebagian siswa  SMPI dan SMAI al-Ikhwan.” Ujar Hammad, koordinator desa posko 70. 

Tentu terselenggarakannya sebuah acara memiliki latar belakang tersendiri yang disesuaikan dengan data yang diperoleh.

Hammad pun mengatakan, digelarnya seminar pendidikan ini sengaja dilaksanakan karena dirinya sangat perduli terhadap pentingnya pendidikan, pendidikan pada dasarnya menjadi kebutuhan masa depan penerus bangsa.

"ika bukan kita yang perduli terhadap pendidikan terus siapa lagi, karena pemuda hari ini, adalah peminpin hari esok," tegasnya.

Sehingga dibuatlah sebuah tema yang dapat mewakili, yaitu 'Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Pendidikan dan Motivasi Belajar'.

Dari tema tersebut dapat ditangkap harapan dari terselenggaranya acara ini. Seperti yang telah disampaikan oleh Fawaid, ketua panitia, “acara ini diselenggarakan untuk kita semua. Baik warga sekolah atau pun warga setempat. Tidak lain yang kami harapkan ialah untuk mengingatkan kembali akan kewajiban untuk belajar. Terlebih belajar di pendidikan formal".

Acara demi acara pun berlalu, pembawa acara memperlisahkan Ina Holifah selaku moderator untuk memulai seminar pendidikan.

Lalu diserahkan kepada Moh. Imam Sufiyanto, S.Si, M.Pd., “semangat belajar ini dipengaruhi oleh peran keluarga, sekolah dan lingkungan. Akan tetapi tingkatan pengaruhnya berbeda. Keluarga merupakan tempat pertama yang membentuk karakter anak. Akan tetapi, terkadang pendidikan anak dianggap kurang penting oleh orangtua karena mereka mengganggap pendidikan belum menjamin kesuksesan anak.” ujar Imam.

Kegiatan ini mendapat tanggapan baik dari K. Fauzi Ahmad Al-Mahazzain selaku pengasuh lembaga Islam al-Ikhwan Lesong Daya.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap kegiatan teman-teman KPM dari IAIN Madura ini, kegiatan tersebut sangat membantu sekali kepada kita semua terutama kepada siswa dan wali murid, bahkan kalau bisa kegiatan seperti ini jangan cuman selesai hari ini melainkan berkelanjutan, karena pada dasarnya manusia itu mahallul khatta wa al-nisyaan, yaitu memiliki salah dan lupa,” ungkapnya.

Penulis : nun/sol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment