Polemik Daftar Pemilih Sementara Pilkades, Pemuda Desa Angkat Bicara



Sumenep (17/08/19) Pemilihan Kepala Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep diwarnai sejumlah polemik. Pasalnya dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS), yang merupakan dasar penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), terdapat sejumlah nama yang tercatat sudah tidak lagi menjadi penduduk desa setempat, serta sejumlah nama yang tercatat sudah meninggal dunia.

Salah satu pemuda Desa Kropoh Moh. Abdurrasodik, berpendapat bahwa DPS yang diumumkan tersebut harus direvisi sebelum ditetapkan sebagai DPT.
"Perbup nomor 27 tahun 2019 tentang Pilkades sudah jelas menyatakan bahwa yang berhak memberikan hak suara adalah penduduk setempat, sehingga apabila ada warga desa yang memiliki KTP diluar Desa Kropoh atau berdomisili di luar Kropoh maka gugur hak pilihnya." Jelas Pemuda yang akrab disapa Cong Mad tersebut.

Selain itu, Pemuda yang sedang menyelesaikan studi magister di Universitas Jember tersebut menduga terdapat ketidaknetralan panitia Pilkades pada proses tahun ini. Hal ini ditengarai karena jumlah pemilih siluman yang terdapat dalam DPS mencapai puluhan.
"Pada kontestasi Pilkades tahun ini, saya menilai adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh panitia Pilkades, Karena jumlah pemilih "siluman" yang terdaftar dalam DPS mencapai puluhan". Ucap Cong Mad.

"Saya menghimbau kepada seluruh warga desa Kropoh untuk segera melaporkan sejumlah nama siluman dalam DPS agar nama-nama tersebut segera direvisi oleh panitia Pilkades. Selain itu, saya menghimbau pula agar warga desa Kropoh untuk tetap mengawasi panitia Pilkades agar proses demokrasi di Desa Kropoh dapat berjalan dengan baik, sehingga kita mendapat pemimpin yang amanah". Pungkasnya. (azz)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment