Sifat Setan yang Perlu Kita Tiru

Jatimaktual.com- Selama ini kita pahami bahwa makhluk yang bernama setan mempunyai label terburuk dimuka bumi, bahkan diakhirat nanti, dalam Islma maupu agama yang lain sudah menjelaskan secara gamblang tentang sifat dan sikap setan yang wajib kita jauhi, padahal setelah kita mengkaji dan menelaah lebih mendalam ada beberapa sifat setan yang perlu kita tiru.

Kita kenal sifat-sifat setan diantaranya menciptakan perselisihan, riya’ takabbur, dan berbagai macam perilaku buruk lainnya, namun ada beberpa hal yang tidak kita sadari bahwa setan mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif, optimis dan rajin pantang menyerah, mengapa begitu? Kita tentu tahu sejarah setan mengapa terusir dari surga, mengapa setan paling dibenci seluruh alam semesta, Ia jatuh, jatuh sejatuh-jatuhnya pernahkah Ia mengeluh? Pernahkah dia berhenti berjuang? Pernahkah dia Lelah? Pernah dia malas? Tidak!

Setan Rajin? Betul sekali, jika kita sedikit peka melihat keadaan dan mampu menelaahnya sedikit demi sedikit niscaya kita tahu betapa rajinnya setan, betapa giatnya setan dalam pekerjaan apapun, setan dalam melakukan pekerjaanya selalu sungguh-sungguh dan fokus, selalu berusaha mencari celah dalam keadaan apapun.

Setan memiliki pola pikir positif, itu tidak diragukan lagi. Bagaimanapun kondisinya, dan seberapa berat rintangannya setan selalu melangkah maju, setan pantang menyerah terhadap tujuan yang ingin dicapainya, dan kita patut menirunya.

Marilah kita menjadi makhluk yang lebih kritis lagi agar mampu bersaing dan meniru sifat setan yang bermanfaat bagi kita, dan kita tentunya lebh tahu dan memahami bagian mana yang patut kita tiru dan yang tidak.

Bukankah pepatah ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita “Ambil dan tirulah sifat baik dari siapapun datangnya ”. Selain itu juga, masih banyak sifat-sifat posiiif setan yang perlu kita pelajari dan ditiru tergantung bagaimana keadaan dan kondisi yang kita hadapi.

Disadari atau tidak Allah menciptakan sesuatu tidak pernah sia-sia, selalu ada manfaat disetiap ciptaannya, tergantung bagaimana kita menyaring dan menetralisir hal tersebut.

Penulis. Honainiyah
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah 
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam 

IAIN Madura

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment