Rapat Dengar Pendapat LHP BPK, Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi Tegas Cecar Pertanyaan pada BPKAD Jember


Jember (16/07/19) Rapat Dengar Pendapat antara Badan pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Jember bersama Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Jember berlangsung alot dan telah berlangsung selama 2 hari terhitung Senin 15 Juli dan Selasa 16 Juli 2019 tentang Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) kabupaten Jember tahun anggaran 2018 yang mendapat rapor merah dan diganjar LPJ Wajar Dengan Pengecualian (WDP)

Dalam rapat tersebut Wakil Ketua DPRD kabupaten Jember Ayub Junaidi mencecar perwakilan BPKAD jember dengan pertanyaan yang membuat resah masyarakat Jember beberapa Minggu terakhir yakni perihal persebaran deposito yang tersimpan di 4 bank sekaligus

Ayub Junaidi mempertanyakan argument pemerintah perihal deposito 274 milyar lebih yang berada di bank Jatim, 150 milyar di Bank BNI, 150 Milyar di Bank BTN, dan 50 milyar di Bank BRI

"Ini semua kami sampaikan agar masyarakat tidak kebingungan lagi" tegas Ayyub Junaidi yang juga merupakan politisi PKB itu

Perwakilan BPKAD jember tidak dapat menjawab secara detail tentang alasan sebaran simpanan anggaran dengan total Rp 624.662.748.811 tersebut

Ayub menyayangkan pula dengan tidak dioptimalkannya Bank Jatim sebagai bank milik daerah sebagai mitra utama dan lebih memilih melakukan persebaran simpanan dengan jumlah bunga deposito yang juga beragam dan mencolok Total bunga Bank sejumlah 23 milyar dengan pembagian 9,4 milyar di BNI, 4,9 di BRI, dan 4,3 di BTN

BPKAD pula belum dapat menjawab mengapa dengan jumlah tabungan yang sama hasil bunga Bank berbeda-beda juga mencolok

Perwakilan BPKAD berjanji akan melakukan pelaporan yang lebih jelas lagi selanjutnya setelah melakukan rapat internal

LHP BPK menjadi isu yang santer di kabupaten Jember sejak kabupaten Jember mendapat rapor merah dari badan pemeriksa keuangan dan berturut-turut menghasilkan Silpa dengan jumlah fantastis sejak tahun 2016. (azz/asp)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment