POSKO 91 KPM IAIN MDURA BUAT INOVASI KRUPUK YAMRI (BAYAM DAN TERI)

Jatimaktual.com, Pamekasan,- Kamis, 18 Juli kemaren, kelompok Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) IAIN MADURA Posko 91 yang kebetulan mengabdi di desa Pagagan-Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, membuat inovasi baru yang memanfaatkan potensi desa  Pagagan itu sendiri berupa hasil laut salah satuya adalah ikan teri.

Lebih dari 75% mata pencahariaan warga desa Pagagan adalah nelayan, karena memang lokasi desa ini dekat dengan laut. Salah satu hasil lautnnya yang dominan adalah ikan teri. Nama ini tak asing bagi kita, orang madura menyebutnya “kenduy”.

Dalam suatu blusukan yang di lakukan oleh posko 91, menemukan industri pengeringan ikan teri di dusun Sorok- desa Pagagan yang setelah di wawancarai industri penegeringan ikan ini sudah 17 tahun. 

Bapak Suje’i selaku pemilik usaha ini mengaku bahwa “hasil dari pengeringan ikan teri ini di ekspor ke Jepang dengan harga per/kg nya mencapai 120-130 ribu.

Oleh karena itu, untuk memanfaatkan potensi desa berupa ikan teri,  KPM posko 91 IAIN Madura membuat inovasi dan kreasi baru berupa krupuk YAMRI (bayam dan teri). Mereka sepakat membri nama krupuk YAMRI karena memang sesuai bahannya adalah bayam dan teri.

Mereka lebih menggunakan warna hijau dari bayam dengan alasan lebih sehat dan lebih memanfaatkan bayam yang biasa hanya di buat sayuran kini bisa menjadi bahan pewaran alami krupuk, sedangkan ikan teri mereka manfaatkan karena memang untuk meningkatkan potensi desa, yang semula menjadi bahan ekspor ke jepang dan lebih bisa untuk di produksi di daerah sendiri atau khususnya Indonesia itu sendiri.

Setelah turun ke masyarakat dan membuat testimoni dengan warga sekitar bahwasanya krupuk YAMRI ini memang rasanya beda dengan krupuk biasa, lebih renyah dan gurih. 

oleh karena itu, untuk mensukseskan salah satu program kerja dalam bidang pemberdayaan ekonomi KPM posko 91 lebih mengarah pada potensi desa yang dimiliki. (Nafilah Zulfa)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment