Green Technology C-BOMS: Pemanfaatan Limbah Biomassa Sebagai Bahan Pulp Kertas untuk Mengurangi Fenomena Deforestasi di Indonesia

Jatimaktual.com, Malang - Kebutuhan kertas dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, pada 2016 konsumsi kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020. 

Adapun bahan baku utama dari produksi pulp kertas adalah kayu hutan  dibutuhkan 128 juta hektar hutan yang harus ditebang per tahunnya. Bisa dibayangkan dampak yang ditimbulkan menyebabkan banyak sekali kerugian, baik dari segi sosial maupun lingkungan. Hal tersebut adalah alasan terjadi nya fenomena deforestasi di Indonesia.

Oleh karenanya,  2 mahasiwa Universitas Brawijaya yakni Sakinah Hilya (Bioteknologi 2017) dan Khodijah Adrebi (Bioteknologi 2017) berupaya untuk menjadikan limbah biomassa sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas dengan teknologi Pulsed Electric Field untuk mengurangi risiko deforestasi dan meningkatkan kualitas kertas.

Mengapa digunakan limbah biomassa? Karena berdasarkan data dari Kemeterian Pertanian (2014) jumlah limbah biomassa khusunya dari sektor pertanian dan perkebunan yang tidak didayagunakan mencapai 20 juta ton dalam setahun. Padahal di dalamnya terkandung selulosa dengan kadar yang tinggi. Selulosa inilah yang menjadi suatu indikasi penting dalam produksi pulp dan kertas. 

Semakin tinggi kadar selulosa dalam pulp maka akan menghasilkan kertas dengan kualitas yang lebih baik. Mengingat bahwa aktivitas pertanian dan perkebunan akan selalu dijalankan di Indonesia yang merupakan negara agraris, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tentunya akan selalu ada limbah biomassa yang dihasilkan.

Good technology, good product. Oleh karenanya digunakan teknologi tepat guna berprinsip Pulsed Electric Field yang dirangkai dalam suatu rancang bangun alat bernama C-BOMS (Cellulose from Biomass Waste) yang mana memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan metode yang banyak diterapkan di industri pulp dan kertas saat ini yakni metode kimiawi. 

Kelebihan tersebut antara lain lebih ramah lingkungan, waktu proses jauh lebih singkat, dan tidak membutuhkan proses thermal yang dapat mendegradasi selulosa.  Karena proses yang efektif dan efisien akan diperoleh dengen pemanfaatan teknologi yang tepat

Diharapkan dengan adanya C-BOMS, dapat membantu mewujudkan visi Industri Hijau yang terintegrasi dengan Industri 4.0 dan juga mensejahterakan para petani dengan tetap meningkatkan proses produksi yang selaras dengan penjagaan terhadap lingkungan.

Oleh. 
Sakinah Hilya Abida
Bioteknologi 2017

Khodijah Adrebi
Bioteknologi 2017

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment