FNKSDA Jember Meretas Jalan Baru, Nurul Mahmuda Terpilih sebagai Koordinator Daerah 2019-2020

Jatimaktual.com, Jember.- (11/07/2019) Front Nahdliyyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Jember memasuki babak baru dinamika kepengurusannya, organ progresif berbasis anak-anak muda NU yang memfokuskan gerakannya pada isu-isu seputar perjuangan lingkungan hidup dan advokasi ini telah usai melaksanakan rapat tahunan dan melahirkan rumusan kerja baru serta proses pergantian komite daerah

FNKSDA Jember sendiri resmi berdiri pada tahun 2016 dengan koordinator pertama Alif Raung firdaus (2016-2018) kemudian dilanjutkan Adil Satria Putra (2018-2019) dan estafet koordinator berikutnya yang telah disepakati dalam rapat tahunan Rabu 10 juli 2019 menunjuk Nurul Mahmuda sebagai komite daerah selama satu tahun kedepan

Sepanjang keberdiriannya FNKSDA Jember terlibat aktif dalam advokasi konflik berbasis sumber daya alam dan konflik agraria lokal, 3 tahun terakhir FNKSDA turut mengawal konflik penolakan masyarakat Sumberejo atas upaya perampasan lahan untuk pembangunan industri tambak udang pada luas kawasan 23,9 Ha di Sumberejo ambulu, kemudian turut dalam barisan masyarakat Silo tolak Izin kementerian ESDM dalam proyek ambang emas blok Silo, dan konflik izin Perusahaan PT. Semen Imasco asiatic di Puger yang saat ini masih berjalan

Nurul Mahmuda menyampaikan ada banyak hal yang harus diperbaiki dalam kerja-kerja organisasi Front Jember kedepan utamanya di bidang kaderisasi dan fokus pendampingan

" Selama ini Front Jember acapkali terlibat dalam advokasi kasus-kasus lingkungan hidup tetapi masih bersifat timbul tenggelam, apabila tidak ada konflik maka front tidak ada kegiatan pembasisan lapang. Kedepan kita akan rombak kaderisasi dari hulu dan hilir, kita akan aktif melakukan rekruitmen anak-anak muda NU progresif di kampus dan desa-desa, dan akan secara rutin melakukan pembenahan kognitif serta pembasisan yang terukur agar kerja front mengakar dan berkelanjutan" ucap Mahmuda Pada awak media

Agenda-Agenda keorganisasian akan langsung dijalankan setelah pembentukan struktur kepengurusan baru jadwal terdekat ialah menghadiri pertemuan komite daerah se Jawa timur pada tanggal 4-5 Agustus 2019 di malang dan segera mengirimkan kader sebagai delegasi pertemuan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional di Jakarta pada 15-17 Juli dalam upaya mendorong perhitungan kerugian Sosial-ekologis dari kebijakan perizinan tambang sebagai kerugian Negara dan masuk dalam klasifikasi tindak pidana korupsi

Tutup Mahmuda

Respon Pembaca.

1 comments:

Unknown said...

Keren, selamat Tum Muda

Post a Comment