Yayasan Al-Mihrab Gelar Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim.

Jatimaktual.com Bondowoso,- Yayasan Al-Mihrab Jl. Raya Situbondo Gg. Batas Prajekan Lor RT 02 RW 04 Prajekan Bondowoso bekerja sama dengan Pensiunan Dinas Pertanian bapak Abdul Wahid dan Kepala Sekolah (Dabasah 01) Bondowoso ibu Kusna melaksanakan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim di desa Gubrih, Wringin, Bondowoso. Selasa 11 Juni 2019 jam 9 pagi

Pada Santunan tersebut empat orang anak yatim yang bisa disantuni.

"Saya berterimakasih dan bangga kepada Yayasan Al-Mihrab atas kesediaannya melaksanakan santunan di desa kami." Kata Abdul Bari, salah satu tokoh di desa tersebut.

Salah satu orang yang disantuni dalam kegiatan tersebut memang sangat memperihatinkan. Satu rumah kecil beralaskan tanah liat dan dinding bambu yang sudah rapuh dimakan usia dihuni oleh tiga keluarga dengan berdesak-desakan.

"Sungguh pemandangan yang cukup miris dan sangat menyayat hati melihat gubuk kecil beralaskan tanah dan dinding bambu yang sudah rapuh dimakan usia harus dihuni oleh tiga keluarga sekaligus. Pertama keluarga mbahnya yang sudah lansia. Kedua bibinya yang menjanda dan ketiga keluarga anak yatim tersebut." Kata Saiful Kurniawan selaku Ketua Yayasan Al-Mihrab.

Di sela-sela percakapan mereka, ibu Surani menuangkan kegelisahannya kepada penulis.

"Nak, nasib kami kurang beruntung dengan kondisi saat ini. Kadang untuk makan setiap hari saja kami kekurangan, kadang kami harus menunggu belas kasihan dari tetangga sekitar." Ucap ibu Surani

Ibu Surani juga menyampaikan bahwa seluruh anaknya harus rela ikut membantu meringankan beban keluarga.

"Anak yatim yang pertama tugasnya menggendong adiknya yang masih usia 22 bulan ke sekolah dan menyabit rumput di ladang." Tambah ibu Surani

Wanita yang sudah menjadi tulang punggung keluarga tersebut menyampaikan bahwa sebelum meninggal suaminya sering masuk rumah sakit.

"Suami saya sering masuk rumah sakit mas, beliau menderita penyakit hipatitis sehingga keluarga kami sekarang terlilit hutang untuk biaya pengobatanya. Setelah suami saya mereka meninggal dunia otomatis saya yang harus menggantikan beliau sebagai tulang punggung keluarga." Ucap ibu Buani

"Saya sempat bekerja di Situbondo sebagai karyawati di perusahaan udang, karena faktor jarak dan tidak bisa mencukupi keempat anak saya, akhirnya saya memutuskan untuk berkerja di perkebunan kelapa sawit di Kalimatan." Tambahnya.

Sejak ibunya pergi bekerja ke Kalimantan maka Aliya(nama anak pertama) yang harus mengurusi ketiga adik-adiknya.

Saiful Kurnawan sebagai ketua yayasan Al-Mihrab menyampaikan bahwa kegiatan santunan tersebut dimaksudkan untuk sedikit membantu meringankan beban mereka.

"Kami memberikan santunan semampu kami, semoga kami bisa terus istiqomah melaksanakan kegiatan sosial seperti ini." Kata Saiful.

Sebelumnya Irwan Bahtiar sebagai Wakil Bupati Bondowoso juga bertandan kesana untuk memberikan bantuan kepada mereka.

Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban mereka.

(Arif)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment