Temu INOVASI Kabupaten Pasuruan Dalam Rangka Mendukung Program Pembangunan Berbasis Keluarga dan Pendidikan Karakter

Jatimaktual.com, Pasuruan, 24 Juni 2019 – Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar khususnya di Kabupaten Pasuruan, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar kegiatan “Temu INOVASI Kabupaten Pasuruan Dalam Rangka Mendukung Program Pembangunan Berbasis Keluarga dan Pendidikan Karakter” yang diselenggarakan di Lantai 3 Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini merupakan implementasi dan dampak positif dari pelaksanaan Program INOVASI di Kabupaten Pasuruan dimana Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu kab / kota mitra Program INOVASI di Jawa Timur.

Dihadiri oleh 200 undangan, selama satu hari kegiatan ini diisi dengan pameran produk inovasi dari para guru dan kepala sekolah, serta hasil karya siswa, dan workshop penulisan karya ilmiah dalam rangka membangkitkan produktivitas guru dalam penulisan karya ilmiah di Kabupaten Pasuruan.

Tujuan kegiatan ini, agar perubahan dan inovasi yang sudah dilakukan oleh para kepala sekolah dan guru, dapat di diseminasikan kepada sekolah-sekolah lainnya se-Kabupaten Pasuruan.

Program INOVASI di Kabupaten Pasuruan diawali dengan pemetaan oleh tim Monitoring dan Evaluasi Research and Learning (MERL) dari INOVASI menemukan, jumlah madrasah dan sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan hampir sama dan keduanya memiliki permasalahan yang sama yakni dalam bidang literasi. 

Berdasarkan hasil Pertemuan Penyusunan Perencanaan Program yang digelar pada 7-8 Agustus 2018 antara INOVASI dengan Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan perlu peningkatan mutu pendidikan madrasah dan sekolah dasar untuk program literasi. Kabupaten Pasuruan juga menjadi pilot dalam rangka penguatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) guru madrasah sebagai metode peningkatan kompetensi guru. 

Di Kabupaten Pasuruan, program rintisan yang diimplementasikan adalah penguatan literasi dasar khsususnya untuk madrasah dan sekolah dasar di 3 kecamatan yakni Kecamatan Nguling, Pohjentrek, dan Purwosari dengan jumlah sekolah 26 MI dan 10 SD.

Selain itu, INOVASI juga menggandeng mitra 2 universitas ternama yakni Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya yang fokus dalam penguatan numerasi di Kecamatan Lekok dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya yang fokus dalam penguatan literasi di Kecamatan Rejoso.

Menurut Direktur Program INOVASI, Mark Heyward, potensi praktik menjanjikan yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Pasuruan merupakan contoh praktik menjanjikan yang sangat layak diadopsi tidak hanya untuk skala kab / kota, namun juga skala nasional.




Suyitno, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Jakarta sendiri sangat mendukung dan menyetujui opsi penggabungan modul literasi, numerasi dan inklusi yang disusun oleh INOVASI ke dalam Program PPKB guru madrasah. Menurutnya hal ini sejalan dengan tujuan program Kemenag di bidang pendidikan yakni mendorong peningkatan kualitas guru madrasah di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan sangat mendukung pelaksanaan Program INOVASI di Kabupaten Pasuruan. Wakil Bupati Pasuruan KH. Mujib Imron menyampaikan dukungannya terhadap program INOVASI. “Saya senang sekali Program INOVASI dapat membantu Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan kemampuan literasi dasar. Bahkan saya memiliki keinginan untuk melihat langsung implementasi program di level sekolah,” terangnya.

Tentang Program INOVASI

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia di bidang peningkatan mutu pendidikan di jenjang pendidikan dasar. Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), program INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi. Implementasi program dilaksanakan di 17 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Implementasi di Jawa Timur diawali dengan pelaksanaan riset dan studi pemetaan pada akhir tahun 2017 yang dilakukan dalam rangka menemukan inovasi pembelajaran jenjang pendidikan dasar di Jawa Timur. Penelitian tersebut menemukan 165 praktik menjanjikan dalam bidang literasi, numerasi dan inklusi. Praktik-praktik menjanjikan tersebut kemudian dipetakan kembali menjadi 27 praktik paling menjanjikan yang kemudian dipamerkan di acara Temu INOVASI Provinsi Jawa Timur pada tanggal 26 April 2018 yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. Selanjutnya, pada bulan Mei 2018 terpilihlah lima kabupaten/kota mitra program INOVASI, yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan. 

Dian Kusuma Dewi
Communication Officer Program INOVASI Jatim

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment