Seputar Aksi Demo 22 Mei

Jatimaktual.com, Opini,- Perkembangan teknologi informasi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam hubungan sosial di lingkungan masyarakat, baik dalam cara berkomunikasi maupun dalam kehidupan sehari hari. 

Perkembangan teknologi informasi ini memiliki dampak positif dan juga dampak negatif yang tidak dapat di hindari dari terpaannya. Di sisi lain adanya perkembangan teknologi informasi ini tidaklah terlepas dari berbagai isu baru, baik itu berupa hoax maupun fakta. 

Baik di kalangan politikus maupun di kalangan rakyat biasa,komunikasi melalui media sosial sangatlah berpengaruh, bahkan dapat memicu hujatan politik seperti halnya Pemilihan Presiden (Pilpres) bulan kemarin. 

Pada faktanya adalah metode kampanye yang di lakukan oleh kedua capres mengalami pergeseran, yang awalnya dari kampanye konvensional menjadi kampanye elektronika. 

Hal tersebut mengakibatkan adanya pertentangan dari kedua capres maupun kedua kubu yang mengakibatkan hal hal negative seperti yang di lakukan oleh kubu 02 atau pendukungnya yang melakukan aksi demo 22 Mei 2019 di depan  kantor bawaslu. Yang disebabkan adanya protes terhadap hasil rekapitulasi suara yang di menangkan oleh capres 01.  

Mengakibatkan rusaknya vasilitas umum dan menyarang kurang lebih 50.000 anggota police yang berjaga. Di samping itu kurang lebih 400 orang provokator yang telah di amankan untuk di mintai keterangan dari aksi  demo tersebut.

Dari aksi demo tersebut tidaklah sedikit korban yang berjatuhan, baik dari pihak kepolisian maupun dari pihak masa aksi, seperti halnya yang di alami oleh Bribda Imam yang terkena. lemparan batu ketika berusaha membubarkan masa yang masih bertahan di samping sarinah hingga dini hari. 

Namun, hal itu tidaklah menjadi suatu hambatan baginya untuk tetap  bertahan melindungi gedung Pengawas Pemilihan Umum di jl. MH. Thamrin Jakarta.( TRANS7 OFFICIAL)

Oleh. Bahiyyatul Millah Mahasiswi Prodi PBA
(Pendidikan Bahasa Arab)
Semester VI IAIN Madura



Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment