Membangun Solidaritas Dengan Meghidupkan Majlis Sholawat, Desa Lesong Daya Batumarmar Pamekasan

Oleh: Achmad Zaini
Mahasiswa IAIN Madura: Prodi Pendidikan Bahasa Arab: Semester VI

Jatimaktual.com,- Fenomena kehidupan manusia yang beragam dengan budaya yang berfareasi serta pola hidup yang dimiliki oleh individu yang berbeda baik dari segi aktifitas atau hal yang lainnya.

Maka dengan demikian integritas dalam hal perbedaan menjadi keindahan dalam kehidupan manusia, adakalanya berbeda namun dituntut untuk saling menghormati serta saling meghargai dalam perbedaan.

Hal ini ada dalam Pancasila, yaitu sila ketiga  “ Persatuan Indonisia”. Dimana dalam hal ini ditutut utuk saling menyatukan dengan dalih mejunjung tinggi Persatuan. Persatuan tersebut dibangun dengan kesolidaritasan bersama.

Sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Lesong Daya Batumarmar Pamekasan, dimana dasar dalam membangun solidaritas yaitu dengan membangun wadah sederhana dimana sekiranya banyak diminati oleh kebanyakan masyarakat dan hususnya bagi kalangan pemuda pemudi.

Dan hal demikian yaitu dengan mengikuti kelompok majlis sholawat di desa lesong daya batumamar pamekasan yang dikenal dengan “Majlis Sholawat Pantura”. Majlis ini terdiri dari empat kecamatan diantaranya. Sokobenah. Batumamar. Waru. Pasean. Jamaah yang andil disana terdiri dari kalangan laki-laki dan wanita, baik yang muda mudi bahkan yang sudah lanjut usia, dimana anggota jamaah tersebut berkisaran dengan jumlah  500 sampai 700 jamaah dari jumlah keseluruhan.

Mohammad Noersalam salah satu aktivis muda lesong daya  memberikan statmen yang bersifat persuasif bagi kalangan pemuda, tuturnya, “kita menginjak tanah ini maka kitalah yang akan menanggung dari pijakan kita sendiri, jika baik maka positif yang akan kita dapatkan, namun jika negatif maka saat itu kita akan medapatkan penyesalan yang amat pedih”. Dari peryataan tersebut semakin ramailah pemuda pemudi yang mengikuti wadah majlis tersebut, sehigga pada tahun 2019 ini husus bagi kalangan pemuda sangat pesat perkembanganya tanpa adanya risestensi dari kalangan pemuda disana, semakin harinya semakin banyak pula yang berkelut didalam wadah majlis sholawat tersebut.

Adanya pengaruh tokoh atau fiqur bagi kalangan masyarakat lesong daya batumamar pamekasan yang menjadi integritas dalam membumingkan majlis sholawat di desa lesong daya batumamar pamekasan, Fiqur muda: K. ACHMAD FAUZI: PEGASUH MUDA. PP  BANYUSARI AL-IKHWAN. Dauhnya bagi masyarakat disana untuk selalu istiqomah dalam  majlis sholawat, sebab hal itu menjadi bentuk kecintaan seseorang yang amat dalam pada rasulya, serta tiada lain hanya mengharap ridho dari pemilik nafas yaitu Allah SAW.

Majlis sholawat pada kalangan pemuda pemudi lesong daya, saat ini menjadi trend dalam membangun solidaritas dengan model pengajian yang diadakan di tiap-tiap rumah secara bergantian, hal ini menjadi acara rutinan masyarakat setiap minggunya.

Adapun adanya kekompakkan dalam menjalankan majlis sholawat oleh masyarakat lesong daya ini yaitu dengan kahadiran para tokoh para kiyai dan habaib yang ikut berpartisipasi didalamnya.

Dauh para kiyai dan para habaib selalu memotivasi masyarakat untuk selalu istiqomah dalam barisan majlis serta selalu mengingatkan satu sama lain dalam majlis, sifat tenggang rasa dipupuk dalam majlis dan diapliksikan  dalam keluarga.

Dengan demikian sifat ini menjadi penebar kebaikan bagi masyarakat lesong daya batumarmar pamekasan dalam membangun solidaritas serta membangun desa yang selalu bersholawat dalam lingkaran majlis Rasulullah. 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment