MATABA DENGAN METODE TABAROK SAYATI

MAHASISWA IAIN MADURA
PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA ARAB

Jatimaktual.com, Pamekasan 2019 -  Metode Tabarak merupakan metode tahfidz untuk balita yang telah berhasil  mencetak hafidz termuda didunia atas izin dan karunia yang telah diberikan Allah SWT . 

Metode ini digagas oleh Dr. Kamil el-Laboody dari Mesir dengan motto : Bersama Al-Qur’an Hidupmu Pasti Baik.

Namun Dr. Kamil tak hanya menghasilkan para huffadz dengan usia dini, dengan metode ini anak-anak juga dapat  belajar mengenal huruf-huruf arab atau huruf  hijaiyah, maka belajar dan mengahafal  Al Qur'an dengan menggunakan metode tabarak, pastinya akan melahirkan para hafidz dan hafidzah cilik sebagai generasi Qur'ani. 

Sebagaimana yang terdapat disalah satu Rumah Qur'an dengan inisial G.Q. BS. Pamekasan Atau Mataba (Markas Tahfidz Balita) Pamekasan. 

Lantas, yang terbesit di benak kita dengan beragam pertanyaan, di antaranya bagaimana bisa anak balita menghafal Al Qur'an?.

Pada metode tabarak telah ditentukan dengan anak berusia 3 tahun, maka anak tersebut sudah bisa diajarkan dengan menggunakan metode Tabarok. 

Namun di metode ini  telah ditentukan pada  setiap level beserta tugas dan kegiatan yang sesuai dengan usia anak. 

" Jadi pengaplikasian metode Tabarok dengan menerapkan Audio visual , karna metode Tabarok ini dibagi menjadi tujuh level, misalnya level satu fokus tahfidz juz 30 dan pengenalan huruf Hijaiyah beserta harakatnya.

maka  penerapan metode kepada  anak-anak ketika  tiba di markas tahfidz ustdzah langsung menghidupkan murottal yang telah disediakan oleh Syaikh Kamil sendiri sebagai audionya, lanjut menampilkan video yang sesuai dengan isi murottal yang  juga sudah disediakan oleh Syaikh Kamil sebagai visualnya, maka kegiatan ini terus kami laksanakan sekalipun anak-anak dakam keadaan sedang istirahat dan bermain" Begitu penjelasan ustdzah Shofi selaku koordinator di Mataba tersebut.

Maka dengan adanya metode tabarok ini dapat mempermudah anak-anak mempelajari dan mengamalkan Al Qur'an sejak dini. Wallahu A'lam.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment