Dinamika Pesantren Nusantara Untuk Negeri

Nama : Qoyyimah
Mahasiswa IAIN MADURA 
Prodi Manajemen Pendidikan Islam Semester 6

Jatimaktual.com,- Suatu hal yang tidak terlepas dalam wacana penddikan di Indonesia adalah Pondok Pesantren. Ia adalah model sistem pendidikan pertama dan tertua di Indonesia. 

Keberadaannya mengilhami model dan sistem-sistem yang ditemukan saat ini. Ia bahkan tidak lapuk dimakan zaman dengan segala perubahannya. Karena banyak pakar, baik lokal maupun internasional melirik pondok pesantren sebagai bahan kajian. 

Tidak jarang bahan tesis maupun disertasi menulis lembaga pendidikan Islam tertua ini.

Sejak berdirinya, pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, kebanyakan pesantren memposisikan dirinya sebagai lembaga keagamaan (tafaqquh fid din) namun kemudian pesantren mengalami pergeseran paradigm ketika kesantren mereposisi dalam merespon perkembangan kehidupan masyarakat terlebih pada era digital ini. Pergeseran paradigm ini berimplikasi pada terjadinya perubahan perspektif dan orientasi, pondok pesantren hendaknya diarahkan pada dua fungsi : 

Pertama sebagai pusat pengkaderan dan pencetak pemikir agama/ulama, kedua  sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat. 

Pesantren juga ikut terlibat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tidak hanya dari segi moril, namun telah pula ikut serta memberikan sembangsih yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan pendidikan. 

Sebagai pusat pengajaran ilmu-ilmu agama Islam telah banyak melahirkan ulama, tokoh masyarakat, mubaligh, guru agama yang sangat dibutuhkan masyarakan,bahkan di era digital ini pesantren juga banyak mencetak kader-kader bangsa yang tak kalh saing dengan lembaga-lembaga lain pada umumnya, seperti dokter, guru, bahkan politisi negara. Hingga kini pesantren tetap konsisten melakksanakan fungsinya dengan baik.

Masa depan peradaban Indonesia modern haruslah berbudi luhur yang tingkat keunggulannya mampu bersaing dengan peradaban negara lainnya. Reaksi kritis terhadap keadaan masa kini, telah ditunjukkan oleh masyarakat dengan kecenderungan mereka menyekolahkan anaknya ke pesantren. 

Para kyai telah menyampaikan reaksinya secara positif dengan menekankan kembali tujuan-tujuan tradisional mereka. Dengan demikian mereka memiliki keleluasaan bergerak. 

Karier lembaga-lembaga pesantren di Indonesia pada saat sedang mengalami perubahan-perubahan yang fundamental dan juga turut pula memainkan peranan dalam proses transformasi kehidupan modern Indonesia.

Dunia akademik saat ini memerlukan peneliti-peneliti yang memiliki kepedulian kepada masyarakat dalam memperoleh pengetahuan yang baru tentang Islam di Indonesia, agar sarjana memiliki dasar yang cukup dalam realitas yang empiris dan dapat melepaskan diri dari kungkungan ruang lingkup ketidakpastian waktu dan tempat. Dengan demikian, pengetahuan kita tentang isi pikiran dan tindakan keagamaan di Indonesia lebih mampu berkembang.



Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment