DAYA TARIK BAGI PENGHAFAL AL-QUR’AN


OLEH. FITRIYAH
MAHASISWI IAIN MADURA
PROGRAM STUDI PENDIDIKSN BASAHA ARAB

Jatimaktual.com, - Seorang hafidz, saat kita mendengar 2 kata tersebut pastinya akan timbul dalam diri kita rasa kagum dan takjub. Tidak bisa kita pungkiri seorang hafidz atau hafidzah mempunyai daya tarik tersendiri, entah itu sebagai tauladan ataupun pasangan. 

Oleh karena itu menjadi seorang hafidz dan hafidzah merupakan impian semua orang, dan mayoritas orang tua pastinya menginginkan anaknya menjadi salah satu dari mereka. 

Tak khayal banyak orang tua yang berbondong-bondong memasukkan anaknya ke lembaga-lembaga hafidz dengan harapan mereka mampu menjadi hafidz serta hafidzah yang berjiwa rabbani dan qur’ani. 

Akan tetapi fenomena akhir-akhir ini menunjukkan minimnya ketertarikan anak dalam mempelajari serta menghafal al-qur’an, semua itu disebabkan karena berkembang pesatnya zaman yang mengalihkan semua aspek kehidupan yang awalnya manual menjadi kehidupan yang serba teknologi.  Perkembangan zaman tersebut tidak bisa kita hindari, akan tetapi mau tidak mau kita harus menghadapi itu dengan badan tegak tanpa merasa terintimidasi. 

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk tetap membuat anak-anak tertarik untuk menjadi seorang hafidz atau hafidzah di era sekarang ini, contohnya dengan mengajak anak menonton acara yang akhir-akhir ini menjadi tranding topik dalam acara telivisi yakni acara “Hafidz Indonesia” yang mana acara tersebut bisa dijadikan sebagai motivasi awal seorang anak mempunya kecintaan dan ketertarikan dalam menghafal al-qur’an. 

Selain itu para orang tua juga bisa memasukkan mereka pada rumah-rumah tahfidz yang memiliki metode-metode khusus dalam membuat anak secara suka rela menghafal al-qur’an dan membuat mereka mudah dalam menyelasaikan hafalannya dengan intensitas kesalahan yang sedikit.

Menghafal al-qur’an bukanlah hal yang mudah, tidak dipungkiri banyak sekali kesulitan yang akan kita hadapi ketika kita memilih untuk menjadi seorang hafidz atau hafidzah, namun itu merupakan tantangan tersendiri bagi kita. 

Sebagaimana pepatah yang sering kita dengar “berakit-rakit kehulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. 

Begitupun dengan seorang hafidz atau hafidzah, dibalik perjuangan mereka dalam menghafal al-qur’an  banyak hasil yang dapat dipetik dari jerih payah yang dilakukan seoptimal mungkin oleh mereka, ada hasil yang bisa mereka nikmati ketika di dunia dan adapula hasil yang dapat mereka nikmati kelak di akhirat. 

Salah satu hasil yang dapat mereka nikmati didunia adalah kemudahan dalam melanjutkan jenjang pendidikan hingga galar Doktor melalui jalur beasiswa, banyak universitas-universitas yang memberikan beasiswa bagi seorang hafidz atau hafidzah sesuai dengan jumlah hafalan mereka, itu merupakan bentuk kumuliaan serta bentuk keistimewaan bagi seorang penghafal al-qur’an.

Jika kita melihat pada hafidz serta hafidzah saat ini, banyak sekali dari mereka yang memiliki kekurang dari segi fisik namun itu semua tak menyurutkan mereka dalam menghafal Al-qur’an, banyak sekali cara yang mereka tempuh untuk bisa menghafal al-qur’an. 

Contohnya seperti yang terjadi pada salah satu peserta hafidz indonesia bernama Naja, dengan kondisi fisik yang sangat sulit untuk digerakkan serta kesulitan dalam pengucapan dia bisa mengfal 30 jus secara sempurna. 

Walau bacaannya tak sebagus para peserta lainnya yang disebabkan oleh kekurang fisisk yang dideritanya, namun Naja tetap menampilkan dengan seoptimal mungkin dan mengeluarkan segala kemampuannya di ajang perlombaan hafidz tersebut.

Naja bisa kita jadikan penyemangat serta motivasi yang sangat kuat untuk menghafal Al-qur’an selain janji-janji yang telah Allah paparkan di Al-qur’an bagi hambanya yang menghafal Al-qur’an, sebagaimana dalam hadist dari Abdillah bin Amri bin Ash dari Rasulullah SAW. Beliau barsabda: “Akan dikatakan kepada  shahib qur’an, baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. 

Baca dengan tertil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Qur’an ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal”. (H.R Abu daud, Turmudzi dan dishahihkan al-Albani). 


Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment