CERDAS DI MEDIA SOSIAL

Oleh : Wasilah
(Mahasiswi Semester Enam Pendidikan Bahasa Arab IAIN Madura)

Jatimaktual.com,- Perkembangan teknologi pada zaman modern ini semakin pesat dan merajalela. Dari kalangan dewasa sampai anak-anak, bahkan menjadi kebutuhan tersendiri. 

Namun, banyak di antara kita yang menyalahgunakannya pada hal yang negatif. misalnya sebagai ajang penipuan, tindak kejahatan, menghujat dan memfitnah seseorang.

Walaupun tidak semua pengguna memiliki tujuan negatif. Dari situlah berkembangnya alat elektronik yang kita kenal dengan istilah Internet memudahkan kita melakukan sesuatu yang kita inginkan. Oleh karena itu, di perlukan pengetahuan lebih tentang penggunaan media teknologi. 

Teknologi sebagai media, seharusnya dapat memberikan berbagai manfaat bagi pengguna. Akan tetapi, tidak semua yang ada di dalamnya (media) bermanfaat bagi kita. Cerdik dalam bermedia sosial juga sangat penting, karena mengingat zaman yang semakin canggih. 

Untuk menghindari dari penyalahgunaan internet sendiri, maka kita diharuskan cerdas dalam penggunaannya dan tidak mudah mengambil serta mencerna sumber yang sekiranya belum valid.

Layaknya orang dewasa, anak-anak juga tidak ketinggalan. mereka menjadikan internet sebagai sahabat yang melekat dari dunianya. 

Dengan maraknya penggunaan alat elekronik itu memudahkan kita mendapatkan informasi dan pengetahuan. Penggunaan yang berlebihan juga tidak baik karena dapat menjadikan mereka malas belajar dan bermain sebagaimana layaknya anak seusia mereka. 

Bahkan tidak jarang ada yang menjadi pecandu internet pada usia yang masih kecil. Padahal mereka masik duduk di Sekolah Dasar (SD) yang relevan di gunakan untuk bermain dengan teman sebayanya. 

Maraknya perkembangan internet saat ini, menjadikan kalangan muda seperti telah terhipnotis akan kecanggihan internet serta melupakan arti berteman yang sesungguhnya.

Bukan hanya anak-anak, kita pun saat berkumpul malah lebih sering  menyibukkan diri dengan gadget  masing-masing tanpa kita perhatikan wajah teman bicara kita. 

Jika kita perhatikan, ada perasaan marah, jengkel bahkan kecewa dari raut wajah mereka. Seakan-akan mereka di duakan dengan segenggam ponsel. 

Pertemuan yang biasanya di lakukan untuk melepas rindu, sekarang sudah bisa tersalurkan dengan gadget. Bertemupun jadi semakin jarang. Mengingat semuanya bisa dilakukan dalam genggaman tangan. 

Tidak jarang kita mengambil informasi yang belum tentu benar tanpa menyaring terlebih dahulu. Bahkan ada yang langsung meng-Sharenya sebelum mencari tahu kebenarannya.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin kita sering mendengar kalimat itu. Kalimat yang di ucapkan saat seorang anak memiliki kebiasaan yang sama dengan orang tuanya. Akan tetapi, sangat disayangkan jika kebiasaan buruk orang tua tersalurkan pada anak yang masih labil dalam menerima segala macam hal. Baik yang bersifat positif maupun negatif. 

Apa yang kita ucapkan, lakukan, tentu akan ditiru oleh anak-anak. Karenanya, kita harus memberikan contoh nyata atau keteladanan yang baik. Tidak semua yang melekat pada diri anak adalah bawaan lahir dari orangtuanya. Ataupun sebaliknya. 

Sifat buruk yang melekat pada diri kita bisa di rubah atau bahkan di hilangkan. Oleh karena itu, seharusnya orang tua lebih selektif dalam mengawasi sang buah hati dari sesuatu yang dapat merusak masa depannya mengingat kejamnya dunia saat ini. 

Banyak diantara kita yang tidak ingin ketinggalan zaman, sehingga menyibukkan dan membuat lupa akan tugas utamanya yaitu beribadah kepada sang pencipta. Sebagaimana firman Allah SWT bahwa : “Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. 

Mereka berkata : “apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana. Sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu ? Dia berfirman : “Sungguh aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Kita lebih mementingkan dunia dan isinya dari pada akhirat, sehingga menjadikan kita semakin lalai dalam ketaatan. 

Pemanfaatan waktu sangat di perlukan dalam berselancar di media sosial. Tidak hanya itu, semakin jarang terjun pada internet dapat menyelamatkan kita dari pengetahuan yang salah.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment