ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN DALAM BISNIS E-COMMERCE PT. TELKOM INDONESIA

Penulis. Misyadi
(Akuntansi syariah,/Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN MADURA
Yadieshohiby07@gmail.com)

1. PENDAHULUAN
Aktivitas bisnis merupakan fenomena yang sangat komplek karena mencakup berbagai bidang diantaranya hukum, ekonomi, dan politik Dalam berbisnis E-Commerce pasti sangat dibutuhkan yang namanya alat-alat teknologi yang dapat menunjang suatu pendapatan dari bisnis tersebut, karena bisnis E-Commerce itu sendiri bisnis yang bersifat online.

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia pada saat ini mengalami kemajuan yang cukup pesat. Media komunikasi masyarakat sekarang ini bukan hanya melalui televisi, radio, koran dan majalah, tetapi juga menggunakan media lain yang lebih maju yaitu komputer.

Mengingat pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini, maka dalam dunia bisnis terdapat persaingan yang amat ketat untuk saling bersaing satu sama lain. Perusahaaan yang bergerak dibidang perdagangan baik perusahaan kecil maupun yang bersekala besar, bertaraf lokal, nasional, maupun internasional mampu mengembangkan teknologi informasi, khususnya mengenai sistem informasi akuntansi penjualan dalam perusahaan tersebut.

Sistem informasi akuntansi penjualan dibuat dengan tujuan untuk dapat mengontrol atau mengendalikan aktivitas penjualan. Hal ini perlu karena penjualan dapat mengakibatkan kesalahan pada sistem atau tingkat kecurangan yang disengaja akibat kelemahan sistem itu sendiri. Pengendalian ini harus bisa menjamin kebijakan dan pengarahan-pengarahan bagi pihak manajemen dan sebagai alat untuk mengimplementasikan keputusan dan mengatur aktivitas perusahaan khususnya pada penjualan dan untuk dapat mencapai tujuan utama perusahaan dari kemungkinan kerugian yang diakibatkn oleh kesalahan dan kelalaian pemrosesan data-data penjualan.

Agar suatu perusahaan tetap dapat bertahan dalam persaingan global dan dapat memenangkan persaingan, terutama dalam pemasaran produk, maka perusahaan dituntut untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dengan merumuskan strategi-strategi yang jitu berdasarkan informasi yang akurat agar dapat diketahui secara cepat dan tepat akan kebutuhan pasar.

Banyak perusahaan percaya dalam menghadapi persaingan penggunaan informasi dalam system penjualannya akan membawa banyak keuntungan, antara lain akses pasar yanglebih mudah. Kegunaan informasi adalah untuk mengetahui apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat terhadap suatu produk yang dihasilkan dan untuk mengetahui juga produk apa saja yang dibuat oleh perusahaan pesaing agar mampu mendapatkan mangsa pasar yang lebih banyak. Informsi juga diperlukan dalam merencanakan, mengkoordinasi, dan mengendalikan jalannya kegiatan usaha.

Jadi, dengan adanya pemanfaatan informasi dengan baik maka produk yang dihasilkan akan mengalami peningkatan. Tanpa informasi suatu perusahaan akan mengalami kesulitan dalam berkembang. Bahkan dengan adanya informasi yang sangat akurat, cepat, berkualitas, dan tidak menyesatkan dalam membuat strategi dan keputusan dalam perusahaan akan dapat meningkatkan kemajuan perusahaan.
Dampak perkembangan teknologi merambah hingga ke Indonesia.

Hal ini ditandai dengan semakin menjamurnya bisnis e-commerce sebagai bagian dari financial technology. Oleh sebab itu perkembangan teknologi keuangan menjadi kajian penting saat ini. Apalagi perkembangan teknologi internet menjadikan semua belahan dunia dapat mengakses informasi dengan bebas yang berdampak pada transfer budaya dan ideologi yang tidak terbendung seakan tidak bersekat.

2. TINJAUAN PUSTAKA
Informasi akuntansi dalam perusahaan adalah ibarat darah yang mengaliri seluruh tubuh perusahaan tersebut. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan manajemen.

Informasi akuntansi yang tepat, akurat, dan cepat akan membuat perusahaan menjadi sehat dan berkembang pesat. Oleh karena itu sistem informasi akuntansi menjadi suatu masalah yang penting bagi setiap perusahaan. Untuk mengetahui lebih dalam sistem informasi akuntansi, terlebih dahulu kita haru tahu pengertian sistem dan informasi itu sendiri.

2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem berasal dari bahasa latin systẽma atau bahasa Yunani sustẽmayang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. Dan pengertian sistem dapat dilihat dari segi prosedur/kegiatan yaitu suatu rangkaian prosedur/kegiatan yang dibuat untuk melaksanakan program perusahaan.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memilik item-item penggerak.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu bagian yang saling berhubungan, berkaitan satu sama yang lain, dan berkumpul sama-sama untuk melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.  Karakteristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan, tepat waktu, akurat dan lengkap. Dan Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis.

Informasi adalah data yang diproses dan pemakai dalam melakukan suatu tindakan yang dapat ia lakukan atau tidak dilakukan. Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, informasi merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang berguna dan berarti bagi penerimaannya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata (fakta) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Dengan kata lain, informasi adalah fakta yang mempunyai arti dan mencapai tujuan tertentu. Agar bermanfaat, informasi harus memiliki kualitas atau karakteristik yaitu: Relevan, Dapat Dipercaya, Lengkap, Tepat Waktu, Mudah Dipahami, dan Dapat Diuji Kebenarannya.

Adapun beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli untuk pengertian Akuntansi yaitu sebagai berikut: Komite Teminologi bulletin no. 1 AICPA yaitu: “Accounting is the art of recording classifying and summarizing in a significant manner and in terms of money, transactions, and events, wich are, in part at least of financial character and interpreting the result of there of” [Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dengan suatu cara tertentu yang dinyatakan dalam uang, transaksi dan peristiwa, paling tidak mengenai karakter keuangan dan penafsiran hasil.].

Jadi, Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisis dan mengkomunikasikan informasi keuangan relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak luar.

Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu komponen yang mengumpulkan, menggolongankan, mengolah, menganalis dan mengkomunikasikan informasi keuangan relevan untuk pengambilan keputuan kepada pihak luar. Sistem Informasi Akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan, mencatat dan memproses data untuk menghasilkan informasi untuk pengambilan keputusan. Atau Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.

2.2 Tujuan Dan Fungsi Sistem Informasi Akuntansi.

Berdasarkan definisi sistem informasi akuntansi maka tujuan sistem informasi akuntansi adalah sebagai pemerosesan transaksi (transaction processing) dan pemrosesan informasi (information processing).

1. Pemprosesan Transaksi
Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan operasi, menyelenggarakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas organisasi. Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran yang mempunyai nilai ekonomis. Tipe transaksi dasar adalah: (1) Penjualan produk atau jasa, (2) Pembelian bahan baku, barang dagangan, jasa, dan aset tetap dari suplier, (3) Penerimaan kas, (4) Pengeluaran kas kepada suplier, (5) Pengeluaran kas gaji karyawan.

2. Pemprosesan Informasi
Tujuan kedua sistem informasi akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang
diperlukan dalam pengambilan keputusan yang dilaksanakan oleh aktivitas yang disebut pemrosesan informasi. Sebagian dari keluaran yang diperlukan oleh pemroses informasi disediakan oleh sistem pemrosesan transaksi, seperti laporan keuangan dari system pemrosesan transaksi. Namun sebagian besar diperoleh dari sumber lain, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Pengguna utama pemrosesan transaksi adalah manajer perusahaan. Mereka mempunyai tanggung jawab pokok untuk mengambil keputusan yang berkenaan dengan perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.

Pengguna output lainnya adalah para karyawan penting seperti akuntan, insinyur serta pihak luar seperti investor dan kreditor. Sedangkan Menurut Azhar Susanto, tujuan sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut:

a. Mendukung aktivitas perusahaan sehari-hari.
b. Mendukung proses pengambilan keputusan.
c. Membantu pengelolaan perusahaan dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada pihak eksternal.
d. Mengumpulkan dan memasukkan data transaksi ke dalam sistem informasi akuntansi.
e. Mengolah data transaksi.
f. Menyimpan data untuk tujuan di masa mendatang.
g. Memberi pemakai atau pemberi keputusan (manajemen) informasi yang mereka perlukan.
h. Mengontrol semua proses yang terjadi.
Setiap sistem informasi akuntansi melaksanakan lima fungsi utama, yaitu pengumpulan data, pemrosesan data, manajemen data, pengendalian data (termasuk security), dan penghasil informasi.
1. Pengumpulan Data
Fungsi pengumpulan data terdiri atas memasukkan data transaksi melalui formulir, mensahkan serta memeriksa data untuk memastikan ketepatan dan kelengkapannya. Jika data bersifat kuantitatif, data dihitung dahulu sebelum dicatat. Jika data jauh dari lokasi pemrosesan, maka data harus ditransmisikan lebih dahulu.
2. Pemprosesan Data
Pemrosesan data terdiri atas proses pengubahan input menjadi output. Fungsi pemrosesan data terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pengklasifikasian atau menetapkan data berdasar kategori yang telah ditetapkan.
b. Menyalin data ke dokumen atau media lain.
c. Mengurutkan, atau menyusun data menurut karakteristiknya.
d. Mengelompokkan atau mengumpulkan transaksi sejenis.
e. Menggabungkan atau mengkombinasikan dua atau lebih data atau arsip.
f. Melakukan penghitungan.
g. Peringkasan, atau penjumlahan data kuantitatif.
h. Membandingkan data untuk mendapatkan persamaan atau perbedaan yang ada.
3. Manajemen Data
Fungsi manajemen data terdiri atas tiga tahap yaitu: penyimpanan, pemutakhiran dan pemunculan kembali (retrieving). Tahap penyimpanan merupakan penempatan data dalam penyimpanan atau basis data yang disebut arsip. Pada tahap pemutakhiran, data yang tersimpan diperbaharui dan disesuaikan dengan peristiwa terbaru. Kemudian pada tahap retrieving, data yang tersimpan diakses dan diringkas kembali untuk diproses lebih lanjut atau untuk keperluan pembuatan laporan.

Manajemen data dan pemrosesan data mempunyai hubungan yang sangat erat. Tahap pengelompokkan data dan pengurutan data dari fungsi pemrosesan data, misalnya sering dilakukan sebagai pendahuluan sebelum dilakukan tahap pemutakhiran dalam fungsi manajemen data. Manajemen data dapat dipandang sebagai bagian dari pemrosesan data. Manajemen data akan menunjang pencapaian efisiensi aktivitas dalam proses menghasilkan informasi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen terutama mengenai informasi aktivitas dan informasi kebijakan manajemen.

4. Pengendalian Data
Fungsi pengendalian data mempunyai dua tujuan dasar: (1) untuk menjaga danmenjamin keamanan aset perusahaan, termasuk data, dan (2) untuk menjamin bahwa data yang diperoleh akurat dan lengkap serta diproses dengan benar. Berbagai teknik dan prosedur dapat dipakai untuk menyelenggarakan pengendalian dan keamanan yang memadai.

5. Penghasil Informasi
Fungsi penghasil informasi ini terdiri atas tahapan pemrosesan informasi seperti penginterprestasian, pelaporan dan pengkomunikasian informasi.

2.3 Pengertian pendapatan
Pendapatan merupakan kenaikan kotor (gross) dalam modal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagang, pelaksanaan jasa kepada klien, menyewakan harta, peminjaman uang, dan semua kegiatan usaha profesi yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan. Pendapatan adalah serangakaian kegiatan bisnis yang terjadi secara berulang dan kegiatan pengolahan informasi yang berhubungan dengan penyerahan barang dan jasa kepada pelanggan dan penerimaan pembayaran kas dari penyerahan barang dan jasa tersebut.
Dari definisi yang diuraikan sebelumnya maka dapat di simpulkan bahwa pendapatan adalah tambahan aktiva yang diperoleh perusahaan dari langganan dengan suatu transaksi pertukaran barang barang dan jasa jasa yang telah dilaakukan. Walaupun pendapatan merupakan arus kas masuk dari aktiva, tetapi tidak semua arus masuk dari aktiva merupakan pendapatan bagi perusahaan dalam hal ini hanya arus masuk dari aktiva yang berasal dari kegiatan operasi perusahaan.

2.4 Jenis Jenis Pendapatan
Pendapatan dalam kaitannya dengan operasi perusahaan yang utama, dapat diklasifikasikan menjadi tiga komponen yaitu :

a. Pendapatan operasi
Pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama perusahaan, namun pendapatan operasi ini dipengaruhi oleh jenis perusahaan. Untuk perusahaan jasa nama pendapatan yang bergerak dalam bidang jasa angkutan akan menambahkan dengan pendapatan angkutan, untuk perusahaan perdagangan atau manufaktur yang memperoleh pendapatannya dari menjual barang atau produk pendapatan operasinya disebut dengan penjualan {sales revenue).

b. Pendapatan Non Operasi
Pendapatan selain yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan yang sifatnya insidintial atau yang secara tidak langsung berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan. Pendapatan ini disebut dengan pendapatan lain lain {other revenue and gains). Contohnya seperti pendapatan bunga, pendapatan deviden, untung penjualan aktiva tetap, dan untung penjualan investasi.

c. Untung Luar Biasa
Untung non operasi yang sifatnya luar biasa baik kejadiannya maupun jumlahnya sebaiknya dipisahkan dan disebut pos luar biasa. Untuk semacam ini biasanya diperoleh perusahaan akibat kejadian yang tidak dapat dikendalikan manajemen. Contohnya adalah suatu perusahaan memperoleh ganti rugi yang besar karena menang dalam rangka perkara pengadilan dalam kasus pelanggaran hak paten.

2.5 Sistem Penjualan E-Commerce
Kata e dalam e-commerce ini berarti elektronik yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elekteonik lewat intemet arau jaringan syber. secara umum ecommerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan / pemiagaan barang atau jasa {trades of goods and services) dengan menggunakan media elektronik. Kesimpulannya adalah e-commerce is a part of bussines. E-commerce adalah penyebaran, pembelian, pemasaran barang, dan jasa melalui system elektronik seperti intemet www, atau jaringan komputer lainnya, ecommerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data eletronik, sistem manajemen inventori otomatis dan sistem pengumulan data otomatis.

Sementara itu perdagangan elektronik atau yang disebut juga ecommerce, adalah penggunaan jaringan komunikasi dan computer untuk melaksanakan proses bisnis.  Pandangan populer dari e-commerce adalah penggunaan internet dan komputer dengan browser Web untuk membeli dan menjual produk. Dari definisi definisi yang diuraikan sebelumnya dapat dijelaskan bahwa e-commerce merupakan kegiatan kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumer), manufaktur {manufactures), services providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan mengunakan jaringan komputer {computers network) yaitu internet.

2.6 E-Commerce sebagai Bagian dari Fintech
Salah satu area fintech yang paling besar pangsa pasarnya adalah payment gateway di mana e-commerce termasuk di dalamnya. Sebagaimana hasil survey yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa pengguna payment gateway mencapai 60% atau paling tinggi dibandingkan area fintech yang lain. Melihat fakta tersebut menjadi semakin mudah bagi pemerintah untuk mewujudkan cashless society. Pencanangan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang bertransaksi nontunai (cashless society) menjadikan digital payment dalam bisnis e-commerce menjadi alternatif utama pilihan bertransaksi. Apalagi jika melihat potensi masyarakat Indonesia yang begitu besar dalam kecenderungan untuk bertransaksi online saat ini.

Laudon dalam Maulana et al. mendefiniskan electronic commerce atau e-commerce sebagai penggunaan internet untuk aktivitas transaksi bisnis dengan konsumen yang meliputi World Wide Web untuk penjualan produk dan pelayanan konsumen. Laudon dalam Maulana et al. menggolongkan e-commerce menjadi lima, yaitu Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), Consumer to Consumer (C2C), Peer to Peer (P2P), dan Mobile-Commerce (M-Commerce).

Penggolongan lima area e-commerce tersebut bukan tanpa sebab karena masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Sebagai contoh untuk e-commerce yang paling besar pangsa pasarnya adalah Bussiness to Consumer (B2C). B2C banyak diminati karena meliputi transaksi yang paling sering digunakan oleh masyarakat yaitu penjualan, pembelian dan penawaran baik itu melalui marketplace ataupun media sosial. Disadari atau tidak, kustomisasi massal telah merubah pola masyarakat dalam bertransaski. Hal ini sebagai akibat dari perkembangan financial technology saat ini.

Sejalan dengan mulai terjadinya revolusi industri 4.0, e-commerce menjadi suatu kebutuhan primer bagi pelaku industri untuk memenangkan persaingan. Hal ini tidak lain karena berbagai kemudahan dan keefektifan yang ditawarkan oleh e-commerce. E-commerce telah merevolusi perilaku penjual dan konsumen dalam bertransaksi, dimulai dari menawarkan barang, memasarkan hingga bertransaksi. Semua dilakukan tanpa batas waktu dan jarak dan dilakukan tanpa perlu bertatap muka secara langsung. Apalagi saat ini website e-commerce telah banyak ditawarkan, tidak hanya website berbayar melainkan banyak pula yang nonpremium (gratis) sehingga menjadi tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk tidak turut serta dalam berbisnis melalui media e-commerce.

3. METODOLOGI PENELITIAN.

3.1 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Untuk mengetahui Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Meningkatkan Pendapatan Penjualan Dalam Bisnis E-Commerce Pt. Telkom Indonesia.

2. Menganalisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Meningkatkan Pendapatan Penjualan Dalam Bisnis E-Commerce Pt. Telkom Indonesia.

3.2 Metode yang digunakan.

Metode penelitian dapat diklasifikasi menjadi penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif menggunakan data kualitatif seperti wawancara, data observasi partisipan dan data dokumen untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial. Penelitian kualitatif sering mendapat kritik karena cenderung lebih subjektif daripada penelitian kuantitatif, sehingga kurang ilmiah.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis deskriptif, yaitu penelitian yang digunakan untuk mengetahui variabel mandiri baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain, (Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan (variabel X), Dalam Meningkatkan Pendapatan Dalam Bisnis E-Commerce Pt. Telkom Indonesia (Variabel Y).

Ciri yang sangat penting yang menandai penelitian kualitatif adalah makna kebenarannya yang bersifat intersubjektif, bukan kebenaran objektif. Artinya, kebenaran dibangun dari jalinan berbagai faktor secara bersama-sama, seperti budaya dan sifat-sifat unik dari individu-individu manusia. Realitas kebenaran adalah sesuatu yang dipersepsikan oleh yang melihat, bukan sekedar fakta yang bebas konteks, dan bebas dari interpretasi apapun. Kebenaran merupakan bangunan yang disusun oleh peneliti dengan cara mencatat dan memahami apa yang terjadi di dalam interaksi sosial kemasyarakatan
Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D),  adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Meningkatkan Pendapatan Penjualan Dalam Bisnis E-Commerce Pt. Telkom Indonesia. Serta menganalisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Meningkatkan Pendapatan Penjualan Dalam Bisnis E-Commerce Pt. Telkom Indonesia.

3.3 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat diperoleh.  Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan populasi, karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi, tetapi ditransferkan ke tempat yang lain pada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari.

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa data kualitatif. Adapun yang menjadi sumber data adalah beberapa instrumen berupa  pedoman wawancara  untuk mengetahui penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Meningkatkan Pendapatan Penjualan Dalam Bisnis E-Commerce Pt. Telkom Indonesia. yang mana wawancara tersebut dillakukan peneliti dengan beberapa karyawan disana dan juga manager dari PT. Telkom Indonesia, data tersebut di catat dan direfleksi kemudian dianalisis.

4. DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S., Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.(Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 172.
Bogdan R. Steven J. & Taylor, Introduction to Qualitative Researc Methods, New York: John Wiley  sons, 1975.
Diyana K. & Jaluanto, analisis kualitas informasi akuntansi keuangan pada PT. PLN (Persero) wilayah jawa tengah, Journal Ilmiah UNTAG Semarang,:116.
E-COMMERCE Sistem Informasi Akuntansi(AK-40-04) Telkom University (2018, Mei, 02). Melinda Rizka. Diambil dari http://youtu.be/zhkQOB1Wyzl
Khaliza R., (2018), analisis system informasi akuntansi penerimaan kas dalam meningkatkan system pengendalian internal, skripsi Akuntansi syari`ah, :6.
Martinus J.K, Betri, analisis penerapan system informasi akuntansi jasa ekspedisi di perusahaan PT.Auto Prima, Journal Akuntansi, : 3.
Naili S., (2018). perencanaan keuangan islam sederhana dalam bisnis E-Commerce pada pengguna online shop, jurnal ekonomi islam, 1(9): 107.
Niswonger. (2006). Devinisi pendapatan, (online),
Siti N.A., Analisi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi dalam mendukung Pengendalian internal pemberian kredit pada PT. Bank Danamon Indonesia(Persero),Tbk Unit Puger Cabang Jember, : 7-9
Sugiyono. Metodologi Penelitian Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta. 2012.
Ulfa F., (2016). Analisi Penerapan System Informasi Akuntansi Dan Pengendalian Intern Dalam Penjualan Kerdit Pada Pt. Tiga Serangkai, Skripsi Ekonomi dan Bisnis Islam,  2-3.
Zul A., Abdillah A.N, & Wardayani.(2018). Memahami Penelitian Kualitatif dalam Akuntansi. Jurnal Ilmu Akuntansi. 1 (11).: 160.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment