Solusi Lokal Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Dipamerkan di Temu INOVASI Kota Batu

JATIMAKTUAL.COM, BATU- Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar khususnya di Kota Batu, Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar kegiatan “Gebyar Literasi dan Temu INOVASI Kota Batu Dalam Rangka Mendukung Perwali Kota Batu Sebagai Kota Literasi” yang diselenggarakan di GOR Gajah Mada Kota Batu.

Kegiatan ini dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2019, sekaligus menunjukkan implementasi dan dampak positif dari pelaksanaan Program INOVASI di Kota Batu dimana Kota Batu merupakan salah satu kab / kota mitra Program INOVASI di Jawa Timur.

Dihadiri oleh 250 undangan, selama satu hari kegiatan ini diisi dengan pameran produk inovasi dari para guru dan kepala sekolah, serta hasil karya siswa, dan dialog interaktif dalam rangka membangun generasi yang literat di Kota Batu.

Tujuan kegiatan ini, agar perubahan dan inovasi yang sudah dilakukan oleh para kepala sekolah dan guru, dapat di diseminasikan kepada sekolah-sekolah lainnya se-Kota Batu.

Program INOVASI di Kota Batu diawali dengan studi pemetaan INOVASI pada tahun 2017. Hasil dari studi tersebut menemukan potensi bahwa kepemimpinan kepala sekolah di SDN Punten 01 dan SDN Sumbergondo 2 Kota Batu berpengaruh terhadap kemajuan sekolahnya. Pada 4 September 2018, telah disepakati bahwa program rintisan Kota Batu berfokus pada kepemimpinan kepala sekolah yang mendorong keberhasilan sekolah, salah satunya pada pelaksanaan program literasi. Potensi kepala sekolah yang berprestasi di Kota Batu, sangat layak untuk dibagikan pengetahuan dan pengalamannya pada sekolah-sekolah lainnya. 

Di Kota Batu, program rintisan yang diimplementasikan ada tiga, yaitu Kepemimpinan untuk Pembelajaran, Peningkatan Literasi Dasar, dan Peningkatan Literasi Dasar yang bermitra dengan Kolaborasi Literasi Bermakna.

Sebanyak 3 kecamatan telah terpilih sebagai mitra program INOVASI di Kota Batu yakni Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji, dengan 4 gugus SD dan 11 gugus MI di 3 kecamatan tersebut.

Menurut Manajer Komunikasi INOVASI, Stephanie Carter, potensi praktik menjanjikan yang sudah dilakukan oleh Kota Batu merupakan contoh praktik menjanjikan yang sangat layak diadopsi tidak hanya untuk skala kab / kota, namun juga skala nasional. “Hasil yang dicapai oleh guru dan pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan khususnya dalam kegiatan KKG, memberikan dampak yang positif dan menghasilkan solusi lokal dalam rangka menyelesaikan permasalahan pendidikan di Kota Batu, salah satunya dalam bidang literasi dan kepemimpinan kepala sekolah,” terangnya.

Walikota Batu Dewanti Rumpoko mengungkapkan, Kota Batu mengucapkan terima kasih kepada INOVASI dan tim, yang telah bekerja bersama-sama dengan Pemkot Batu dan jajarannya dalam rangka mendorong perwujudan Kota Batu tidak hanya sebagai kota wisata namun maju selangkah menjadi kota wisata edukasi.


“Kota Batu memiliki komitmen yang tinggi dalam rangka mewujudkan Kota Batu sebagai Kota Literasi. INOVASI bersama-sama dengan Pemerintah Kota Batu, mendorong terwujudnya “Peraturan Walikota Nomor 93 Tahun 2018 tentang Kota Batu Sebagai Kota Literasi,” ungkapnya.

Tentang Program INOVASI

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia di bidang peningkatan mutu pendidikan di jenjang pendidikan dasar. Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), program INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai kabupaten di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi. Implementasi program dilaksanakan di 17 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Implementasi di Jawa Timur diawali dengan pelaksanaan riset dan studi pemetaan pada akhir tahun 2017 yang dilakukan dalam rangka menemukan inovasi pembelajaran jenjang pendidikan dasar di Jawa Timur. Penelitian tersebut menemukan 165 praktik menjanjikan dalam bidang literasi, numerasi dan inklusi. Praktik-praktik menjanjikan tersebut kemudian dipetakan kembali menjadi 27 praktik paling menjanjikan yang kemudian dipamerkan di acara Temu INOVASI Provinsi Jawa Timur pada tanggal 26 April 2018 yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H, M.Hum. Selanjutnya, pada bulan Mei 2018 terpilihlah lima kabupaten/kota mitra program INOVASI, yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Batu. (Dkd/JA)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment