Sebab, Sabar adalah Puasa

Oleh: Lu’luatul Mufarriqah
Mahasiswa Semester VI
Jurusan Pennddikan Bahasa Arab
IAIN Madura, Pamekasan
Dosen Pengampu: Mukhlis

Jatimaktual.com, Opini,- Umat Muslim diseluruh dunia pasti sudah sangat tahu tentang Kata sabar dan Puasa, begitu pula dengan Non Muslim kata sabar dan puasa sudah tidak asing lagi ditelinga kita tetapi meski begitu,  belum tentu semua orang memahami makna sesungguhnya sabar dan puasa.

Semua orang mempunyai pola pikir dan pemahaman yang berbeda dalam mengartikan makna sabar dan puasa dijelaskan dalam Al-Qur’an dalam Surat Al-Furqan ayat 42 Artinya.

“Sesungguhnya hampirlah ia meneyesatkan kita dari sembahan-sembahan kia, seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya” dan mereka kelak akan mengetahui disaat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat dijalannya.”

Selanjutny dalam surat At-Thur ayat 48 Artinya:

“Dan Bersabarlah dalam menungu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihtan kami, dan bertasbilah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.”

Dalam Beberapa penafsiran sabar memiliki makna berani, ketabahan, ridha, menahan. Didalam bahasa Arab Sabar atau Shabru memiliki makna menahan diri dari keluh kesah.

Ar-Raghib Al-Asfihani berpandangan bahwa sabar adalah kuat dan tahan ketika dalam keadaan sempit maupun sulit. Ketika kita memahami makna sabar lebih jauh, sabar memiliki makna yang cukup mendalam dan mempunyai makna yang berbeda dalam situasi yang berbeda pula.

Selanjutnya tentang puasa, puasa dalam arti sempit adalah menahan atau menahan makan dan minum dari sebelum terbit fajar sampai terbenamnya matahari, sedang dalam arti luasnya puasa adalah menahan diri, menahan hawa nafsu terhadap hal-hal yang bersifat duniamu, bukan hanya itu Imam Al-Ghazali menjelaskan puasa bukan hanya sekedar menahan nafsu dan Syahwat tetapi, berpuasa adalah menahan diri agar tidak melakukan berbagai hal yang dibenci oleh Allah, baik yang bisa dilakukan oleh mata, lisan, telinga atau bagian tubuh yang lain. 

Menjaga diri agar tidak berkata hal yang sia-sia, juga agar tidak mendengar apa yang diharamkan oleh Allah untuk dilakukan termasuk dalam makna luas puasa.

Setelah ditelaah kembali makna sabar dan puasa hampir mirip, yakni sama-sama ‘menahan’. Menahan diri dan mencegah dari segala hal yang mengundang syahwat dan hawa nafsu yang hanya akan menciptakan sebuah kerusakan, ataupun kemaksiatan. Meski begitu pemahaman tentag sabar dan puasa tidak sesederhana itu.

Dalam kehidupan sehari-hari dalam mengimplementasikan sabar dan puasa tidak mudah, secara lahiriah puasa adalah sebuah bentuk kegiatan dimana seseorang menahan lapar dan haus dari sebelum terbit fajar sampai terbenamnya matahari, jika kita hanya memahami seperti itu siapapun pasti bisa dan mampu melakukannya, tetapi sabar dalam berpuasa belum tentu semua orang bisa menjalankannya.

Itulah yang membedakan sabar dan puasa orang yang mampu menjalankan dengan orang yang tidak menjalankannya. Kesabaran dalam berpuasa adalah sebuah aktivfitas yang hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu. Tetapi bukan berarti semua orang tidak bisa melakukannya. 

Selama kita selalu berusaha belajar, mencari tahu dan berusaha menjadi pribadi yang baik, bukan hal sulit lagi untuk kita menjalankan puasa yang dipenuhi dengan kesabaran.Karena, Allah selalu memberikan ruang untuk orang-orang yang selalu berusaha.



Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment