REMAJA HARUS INGAT TUJUAN HIDUP

Oeh: Ulfatu Faedah (mahasiswi IAIN Madura)

Jatimaktual.com, Opini,- Beberapa tempo lalu, Pamekasan dikejutkan oleh tragedi bunuh diri seorang remaja yang diduga telah cemburu buta dengan kekasihnya, ia memilih megakhiri hidupnya untuk mengakhiri rasa sakithatinya. 

Apakah tindakan itu adalah hal yang tepat? Allahummaghfir-laha, tentu saja bunuh diri bukanlah tindakan yang benar untuk menyelesaikan masalah, meskipun ada sebagian kalangan yang menganggap bunuh diri adalah cara yang solutif untuk menyelesaikan masalah. Tentunya kalangan ini bukanlah kalangan yang mengerti betul apakah arti dan tujuan hidup yang sebenarnya.

Dalam kegiatan sehari-hari sering kita temui di berbagai timeline sosial media, story whatsapp, facebook, instagram, twitter dan lain sebagainya keluh kesah keputusasaan seseoran (utamanya para pemuda) atas kesusahan yang menimpa. Seperti, seorang remaja perempuan yang menulis di status facebooknya “lebih baik aku mati  jika harus melihatmu bahagia bersamanya”.  

Apakah ungkapan itu wajar dan diperbolehkan? Bisa saja wajar dan boleh, tapi tentu tidak benar. Jika si penulis status facebook itu adalah muslim, maka seharusnya ia sadar bahwa ungkapannya adalah sebuah kekeliruan. 

Mengapa hal-hal seperti diatas mulai marak terjadi dikalangan remaja? Karena salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman dan keyakinan remaja itu sendiri pada tujuan hidup yang sebenarnya. 

Remaja muslim harus memiliki kesadaran dalam hati bahwa Allah SWT menciptakan dirinya bukanlah untuk memperjuangkan hal-hal yang menjauhkan diri kepada rabb-nya. 

Misal, bekerja keras siang dan malam higga lupa daratan, lupa sholat bahkan lupa untuk mensedekahkan hartanya. Atau belajar mati-matian demi mencapai cita-cita yang didambakan hingga lupa bermunajat dan lupa mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.

Seorang remaja minimal paham betul bahwa Allah SWT menciptakan dirinya semata-mata untuk menyembah dan mengabdikan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:

وَ مَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَ اْلإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ 

“tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat: 56). 

Jelas sekali bahwa tujuan dari diciptakannya makhluk adalah untuk menghamba kepada Allah SWT. Maka, dengan dasar itulah hendaknya seorang remaja meniatkan dan mengorientasikan segala amal perbuatannya hanya untuk–Nya, agar hidup menjadi terarah dan penuh arti serta terhindar dari rasa kecewa dan sakit hati di saat keinginan belum Allah kehendaki.

Karena sesungguhnya dengan menghamba kepada Allah maka menjauhi larangannya akan menjadi lebih mudah, menjalankan perintahnya akan sangat ringan untuk dilaksanakan serta keta’atan kepada-Nya akan menjadi sebuah kebiasaan dan menjadi jalan untuk mencapai cinta dan keridlo’an Allah SWT. 
Wallahu a’lam bis-showab

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment