Peresmian Kerjasama Program INOVASI dan Muhammadiyah Dalam Bidang Pendidikan Dasar

JATIMAKTUAL, SURABAYA- Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) hari ini telah meresmikan kerjasama yang dilaksanakan dengan salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia yakni Muhammadiyah. Kerjasama ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar terutama dalam bidang literasi.

Kerjasama ini diawali pada bulan September 2018, dimana INOVASI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Muhammadiyah. Dilanjutkan pada Maret 2019 Muhammadiyah dalam kemitraannya dengan INOVASI telah melaksanakan program rintisan peningkatan kemampuan literasi kelas awal di 14 sekolah di Jawa Timur – tepatnya di kabupaten Sidoarjo, Ngawi, Trenggalek dan Jember. Bekerja langsung dengan guru, siswa, kepala sekolah dan komite sekolah. Program rintisan ini berupaya untuk mengatasi tantangan pembelajaran – termasuk tentang pemahaman guru terkait literasi dan pembelajaran kelas awal; keterampilan guru mengelola kelas; variasi penggunaan media; serta terkait peningkatan hasil belajar literasi siswa.

Menurut Arbaiyah Yusuf selaku Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim, “Membentuk sekolah unggul menjadi ranah perhatian Muhammadiyah yang mengorientasikan 100% sekolah-sekolah Muhammadiyah haruslah unggul. Salah satu cara agar percepatan sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah unggulan, adalah bekerjasama dengan INOVASI.”

Sementara itu Direktur Program INOVASI Mark Heyward mengungkapkan, Program INOVASI memberikan kesempatan bermitra kepada Muhammadiyah sebagai upaya ikut berperan dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“INOVASI bertujuan untuk menemukan berbagai praktik baik atau cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa Indonesia. Dan kemitraan ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan Islam dibawah naungan organisasi Muhammadiyah,” terangnya.

Kirsten Bishop, Minister Counselor dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, menyambut positif kerjasama ini. “Melalui kemitraan antara INOVASI dan Muhammadiyah, menciptakan program rintisan baru dalam rangka meningkatkan hasil literasi kelas awal di 14 sekolah mitra di Sidoarjo, Ngawi, Trenggalek dan kabupaten Jember. Kami melihat ini sebagai kesempatan yang menarik untuk mendukung upaya lokal dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam khususnya di Jawa Timur, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ungkapnya.

Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Jakarta menjelaskan, sekolah yang ingin berkembang tidak perlu lagi terjebak dalam standar-standar mutu yang telah ditetapkan. “Sekolah dan guru yang mau maju, kuncinya harus berani berinovasi dan learning outcome yang bagus, berani out of the box dan berani berubah. Abaikan dulu fasilitas yang kurang memadai. Yang penting punya motivasi untuk lebih baik,” ungkap Totok sebelum membuka kegiatan.

H. Abdul Mu’thi, Sekretariat Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan, "Kemitraan antara Muhammadiyah dan INOVASI adalah upaya yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia."


Sekilas Tentang INOVASI

Inovasi untuk Anak-anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. Bekerja secara langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama, INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa di berbagai sekolah di seluruh Indonesia, terutama dalam hal hasil pembelajaran literasi dan numerasi. Pelaksanaan program ini dilakukan di 17 kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Sekilas tentang Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah salah satu asosiasi Islam terbesar dan paling terkemuka di Indonesia, mengelola sejumlah besar sekolah dasar di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan kehadiran yang signifikan dalam sektor pendidikan, Muhammadiyah mempromosikan budaya lokal dan toleransi beragama di seluruh Indonesia. (Dkd/JA)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment