Pejuang Demokrasi Jember datangi kantor Banwaslu


JEMBER, Gabungan Aktivis pemuda yang tergabung dalam (PDJ) Pejuang Demokrasi Jember, melaporkan dugaan pelanggaran pileg pada 17 april 2019 lalu.

kamis, 2 mei 2019 sekitar jam 15:00 mereka mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Jember dengan membawa bukti-bukti dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan pileg april lalu.

Maltuf zaini selaku pelapor meminta agar beberapa kecamatan yang ia laporkan untuk di lalukan penghitungan ulang sebab ia menduga telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan pileg yang sudah digelar, selain adanya data-data yang tidak singkron antara perolehan dengan total suara, maktuf juga menduga telah terjadi penggelembungan suara dan bahkan perpindahan suara antar caleg baik pusat maupun propinsi.

“Berkaitan dengan dugaan kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu di beberapa kecamatan kami telah melaporkan ke bawaslu agar ditindak lanjuti dan di lakukan hitungan ulang diseluruh kecamatan, sebab kami menduga telah terjadi kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu. Indikasinya adalah penggelembungan suara dan perpindahan suara antar caleg, jadi biar pemilu saat ini benar-benar bersih dari kecurangan kami menuntut bawaslu untuk bertindak tegas untuk dilakukan pemghitungan ulang di beberapa kecamatan sesuai laporan kami”. Tegasnya.

Dilajutkan oleh maktuf, ” kami juga menduga bahwa kecurangan ini dilakukan secara sistematis oleh penyelenggara, tdk menutup kemungkinan di seluruh kecamatan se Kabupatem Jember juga terjadi hal demikian. oleh karena itu jika ingin betul-betul pemilu ini bersih ayo Bawaslu buktikan keseriusannya, hitung ulang semua kecamatan di Jember. “Imbuhnya.
Selain itu, pejuang demokrasi Jember ini jika tidak ada tindak lanjut dari Bawaslu mereka mengancam akan mengadukan permasalahan ini ke DKPP dan akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. Dan jika laporan mereka terbukti mereka mengatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum sesuai dengan ketentuan UU pemilu. (yan)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment