MAYORITAS MAHASISWA JAUH DARI KATA (DARLING) SADAR LINGKUNGAN

Oleh: Atiqotul Mufarrohah 
(Mahasiswi IAIN MADURA)

Jatimaktual.com - Kampus dalam pengertian modern adalah sebuah kompleks atau daerah tertutup yang merupakan kumpulan gedung-gedung universitas atau perguruan tinggi, selain itu dalam arti lain kampus adalah suatu tempat yang digunakan mahasiswa untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi dan tempat semua kegiatan proses belajar mengajar. disamping itu kampus juga memiliki banyak manfaat yang penting bagi mahasiswa khususnya pada saat proses belajar mengajar. Kampus juga memiliki banyak manfaat untuk mempelajari hal yang sebelumnya belum pernah dipelajari. 
 
Peran kampus pun juga sangat berpengaruh bagi mahasiswa karena kampus yang nyaman dapat memotivasi mahasiswa untuk giat dan rajin dalam belajar di kampus. Kenyamanan kampus dapat ditinjau dari berbagai aspek, baik dalam segi fasilitas , bangunan maupun lingkungan yang memadai dan menyenangkan. Karena lingkungan kampus yang baik akan berdampak positif terhadap mahasiswanya  dan fasilitas dan bangunan yang lengkap dan menarik  juga memberikan rasa nyaman terhadap mahasiswa. 

Namun tidak kalah pentingnya dengan linkungan karena peran lingkungan dalam kampus akan memberikan aura positif bagi mahasiswa dibanding dengan fisik bangunan dan fasilitas kampus. fasilitas dan bangunan akan terasa percuma tanpa adanya perawatan. sama halnya dengan lingkungan tanpa  ada kesadaran  diri dari mahasiswa untuk menjaga dan melestarikannya pun akan sia-sia.

Kesadaran lingkungan adalah upaya untuk menumbuhkan kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran, penghijauan dan perlindungan satwa langka,tetapi lebih dari pada itu semua membangkitkan kesadaran lingkungan manusia indonesia yang adil, makmur serta utuh lestari (Emil Salim,1982) selanjutnya dikatakan bahwa sadar lingkungan ini mendorong pribadi manusia untuk hidup serasi dengan alam dan dengan begitu menumbuhkan rasa religi dan gandrung akan kasih Allah SWT yang sesungguhnya tertulis pada alam dan isi bumi ini.

Di Kampus IAIN MADURA biasanya tiap kali saya masuk ruangan pasti ada sisa-sisa makanan atau minuman yang ditinggalkan oleh mahasiswa yang belum sadar lingkungan. maka dari itu mahasiswa mesti banyak dipupuk kesadaran dirinya dalam merawat  dan melestarikan kampusnya. karena tanpa kesadaran diri dari mahasiswa sekomplit dan semenarik apapun fasilitasnya setinggi apapun gedungnya pasti kampus pun sangatlah kurang nilainya. perusakan yang tampak yaitu mahasiswa yang belum sadar  membuang sampah sembarangan dalam kelas atau di halaman kampus, selain itu mahasiswa juga terkadang tidak merawat kampus seperti mencorat-coret dinding dan meja belajar dalam ruangan. mahasiswa pun terkadang ada juga yang lupa menyiram kamar mandi setelah buang air kecil dan air besar. 

Banyak tindakan-tindakan yang bisa diberikan untuk menyadarkan diri mahasiswa dalam merawat dan melestarikan lingkungan seperti saling mengingatkan sesama mahasiswa dalam hal membuang sampah sembarangan dan saling memberikan teguran ketika melihat mahasiswa lain yang belum merawat fasilitas kampus. 

Lingkungan berkaitan erat dengan kehidupan kita, maka lingkungan harus kita pedulikan,pernahkah kita berpikir apa yang akan terjadi jika manusia seenaknya dengan lingkungan?dan pernahkah juga berpikir dampak buruk apa yang kita lakukan terhadap lingkungan? jika kita tidak pernah khawatir dengan hal diatas maka bersiap-siap menerima resiko akan sikap ketidak pedulianmu terhadap lingkungan.

Allah SWT Berfirman dalam surah Ar-Rum ayat 41-42 :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(٤١)
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ (٤٢)

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (41) 

Katakanlah (Muhammad), “ Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." (42) 


Kandungan Ayat. 
Suruhan Allah SWT kepada manusia agar melestarikan alam dan lingkungannya karena sudah diatur oleh Yang Mahakuasa. 

Penegasan Allah SWT bahwa berbagai kerusakan yang terjadi di darat dan di laut adalah akibat ulah atau perbuatan manusia, oleh karena itu hendaklah manusia menghentikannya mau kembali ke jalan yang benar yaitu dengan mengganti-kannya dengan perbuatan yang baik. 

Allah SWT menyuruh agar manusia mempelajari umat-umat terdahulu (sejarah), banyaklah bencana yang menimpa kepada umat-umat terdahulu disebabkan mereka tidak menghiraukan seruan Allah, bahkan kebanyakan mereka ingkar dan musyrik kepada-Nya. 

Penjelasan Ayat.
Qur’an Surat Al Ruum adalah surat yang ke 30 terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah.  Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini yaitu ayat 2, 3, dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali.

Pada Q.S. Ar Rum ayat 41 – 42 menerangkan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala isinya adalah untuk dimanfaatkan oleh manusia demi kesejahteraan hidup dan kemakmurannya. Manusia diangkat sebagai khalifah di bumi yang diamanati agar menjaga kelestarian alam jangan sampai rusak. Manusia diperbolehkan menggali kekayaan alam, mengolahnya, dan memanfaatkan sebagai bekal beribadah kepada Allah dan beramal soleh. 

Namun kenyataannya karena manusia mempunyai sifat tamak, rakus, (yang berlebihan ) sehingga penggalian alam itu tak terkendalikan yang berdampak menjadi bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, alam menjadi tandus, kekeringan, alam menjadi gersang, dan udara tercemar dan lain sebagainya. Kerusakan alam itu akan berakibat pula kesengsaraan pada diri manusia itu sendiri. 

Oleh karena itu manusia disuruh mempelajari sejarah sebelumnya bahwa banyak manusia yang menjadi sengsara akibat mereka tidak mau lagi menghiraukan seruan Allah SWT, bahkan mereka kebanyakan berbuat musyrik dan kufur kepada Tuhannya. 

 Kemudian firman Allah yang lain menjelaskan dalam Al Qur'an Surat Al A’ raf 56 – 58 

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ (٥٦)
 وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (٥٧)
وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ(٥٨) 

"Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (56) 

Dialah yang meniupkan angina sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (57) 

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan, dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur." (58) 

Kandungan Ayat.

 Allah SWT melarang kepada manusia untuk berbuat kerusakan di bumi, tetapi sebaliknya disuruh berdo’a agar menjadi orang yang baik (muhsinin), kerena rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. 
Penegasan Allah SWT bahwa Dia adalah Tuhan Yang Mahakuasa yang dapat mengatur angin yang membawa mendung sehingga turun hujan. Dengan air hujan itu dapat menumbuhkan tanaman-tanaman sehingga dapat berbuah. Begitu pula dengan hujan itu dapat berguna untuk semua makhluk yang ada di bumi. 

Kemahakuasaan Allah itu Dia juga dapat menghidupkan orang-orang yang telah mati besuk pada hari Kiamat sepertinya menghidupkan bumi yang tandus kemudian turun hujan sehingga tumbuh tanaman-tanamannya dan berbuah. 

Suruhan agar manusia mau bersyukur atas nikmat Allah yang diberikan kepadanya, di tanah yang subur akan tumbuh tanaman yang baik, sedangkan tanah yang tandus tidak akan tumbuh tanamannya melainkan merana. Hal yang demikian itu sebagai tanda kebesaran Allah SWT. 

Penjelasan Ayat. Qur’an surat Al A’raf adalah surat yang ke 7 terdiri dari 206 ayat termasuk golongan ayat-ayat Makkiyah. Surat ini termasut surat “Assab ’uthiwaal” (tujuh surat yang panjang). Dinamakan “Al A’raf” karena perkataan Al A’raf yang terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A’raf yaitu : tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka. 

Pada Al Qur’an surat Al A’raf ayat 56 Allah melarang manusia untuk berbuat kerusakan, baik di darat, di laut, di udara bahkan dimana saja. Karena kerusakan yang disebabkan ulah manusia itu akan membahayakan pada tata kehidupan manusia sendiri, seperti kerusakan tata lingkungan alam, pencemaran udara, dan bencana-bencana alam lainnya. Pada surat tersebut Allah memerintahkan  untuk berdo’a kepada Allah dan bersyukur atas karunia yang diberikan kepadanya, sehingga alam yang telah disediakan Allah itu mendatangkan rahmat dan manfaat serta nikmat yang besar bagi kehidupan manusia dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, sehingga manusia menjadi makhluk yang muhsinin. 

Pada Ayat 57-58 Allah menunjukkan kasih sayang-Nya kepada umat manusia yang meniupkan angin sehingga turun hujan. Begitu pula Allah SWT menjadikan tanah yang dahulunya kering dan tandus menjadi subur sebab mendapat rahmat dari Allah itu sehingga tumbuh-tumbuhan jadi hidup subur dan berbuah, telur-telur ikan yang menempel di tanah bisa menetas menjadi ikan-ikan besar yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Begitu Allah mengibaratkan besuk pada hari kiamat Allah akan menghidupkan manusia kembali seperti hidupnya tumbuh-tumbuhan ketika turun hujan. 

Dengan demikian bagi mahasiswa yang beriman maka akan  meyakininya dengan sepenuh hati dan menjadikan dirinya menjadi muhsinin yaitu manusia yang senantiasa berbuat kebaikan dan syakirin yaitu selalu berbuat kebaikan dan bersyukur kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat






Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment