BERDAKWAH (?) LELAKI BISA, APALAGI WANITA

Jatimaktual.com, Artikel - Berdakwah adalah tugas mulia dalam pandangan Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga dengan dakwah tersebut Allah menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baik umat) kepada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110)

Apakah dakwah hanya kewajiban para ulama dan muballigh saja? Jawabnya tentu tidak, karena dakwah adalah kewajiban atas setiap individu muslim dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. 

Adapun para ulama denagn keilmuan yang dimiliki bertugas menyampaikan dan menjelaskan secara rinci tentang hukum-hukum dan permasalahan seputar agama.

Di dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam memerintahkan setiap muslim untuk menghilangkan kemungkaran sesuai dengan kemampuannya;

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ , فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ , وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإيمَانِ

“Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemunkaran, hendaknya dia merubah dengan tangannya, kalau tidak bisa hendaknya merubah dengan lisannya, kalau tidak bisa maka dengan hatinya, dan yang demikian adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Sangat sedikit wanita saat ini memahami atau menyadari peran dirinya terhadap dakwah, apalagi melaksanakannya. Sebagian wanita mungkin berpikir bahwa pernikahan adalah rumah tempat istirahat, namun mereka belum menyadari bahwa peran wanita tidak berakhir di depan pintu. 

Dia dapat berperan sangat efektif dengan menjadi contoh yang baik kepada orang lain, menjadi baik hati, ramah berbicara, dan berperilaku sopan. Dia bisa menawarkan bantuan dan keprihatinan berbagi serta sukacita. Dia juga dapat menggunakan semua kesempatan yang tepat untuk mendidik, membimbing orang lain.

Wanita yang memahami peran mereka akan dakwah dan kebangkitan Islam akan mulai mendidik diri mereka sendiri dan mencapai hak-hak mereka atas pendidikan, di sisi lain juga memberikan pendidikan tersebut terhadap orang lain. 

Apalagi di bulan suci ramadhan para wanita yang tidak memiliki aktivitas di siang hari bisa share dakwah melalui berbagai akun media sosial daripada menyibukkan diri dengan berghibah.

Belakangan ini, muncul fenomena menarik di negeri kita. Beragam bentuk media komunikasi dan informasi kreatif mulai secara aktif dimanfaatkan untuk menunjang kepentingan dakwah. 

Di media perfilman misalnya, kini mulai marak hadir film-film bernuansakan Islam, yang turut tampil dalam dunia per-bioskop-an Indonesia. melalui akun Twitter pribadinya, produser MD Pictures Manoj Punjabi mengatakan, salah satu film yang mengandung pesan islam telah mencapai 1,5 juta penonton di seluruh Indonesia dan berhasil masuk dalam jajaran Box Office hingga akhirnya sukses menyita animo masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Baik lelaki atau wanita, tua atau muda, paham atau awam, semua telah berhasil dicuri perhatiannya. 

Belum lagi kita berbicara bidang kepenulisan dan penerbitan yang tidak boleh diabaikan dalam zaman ketika manusia dapat dengan mudah mengakses segala hal melalui buku, surat kabar, dan internet. Tulisan harus meyakinkan, melalui argumen yang jelas, dan disebarkan tentunya. 

Menulis juga salah satu cara dakwah paling tepat dan penting bagi wanita. Mereka dapat menulis di rumah dan dengan demikian mampu memanfaatkan waktu luang mereka secara positif seperti media yang saya gunakan saat ini. 

tentunya dengan cara ini mereka dapat menjangkau semua kelas masyarakat, disana juga akan kita dapatkan beragam bentuk kreativitas para da’i dalam mengemas dan menyampaikan nilai-nilai religi Islami melalui karya-karya mereka. Namun, seberapa efektif kah dakwah kreatif dengan pemanfaatan beragam media saat ini(?)*

*Alfiya Rahmati
(\Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab IAIN Madura)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment