Malam Nisfu Sya'ban, Masyarkat Madura Punya Tradisi Luar Biasa

JATIMAKTUAL.COM, PAMEKASAN- Bulan Sya’ban adalah bulan mulia yang terletak sebelum bulan suci Ramadhan. Di antara keistimewaannya, bulan tersebut adalah waktu dinaikkannya amalan.

Malam nisfu Sya’ban (malam 15 Sya’ban) adalah malam mulia menurut sebagian kalangan. Sehingga mereka pun mengkhususkan amalan-amalan tertentu pada bulan tersebut dan adapula tradisi-tradisi untuk menyambutnya.

Sepertihalnya di daerah pulau madura khusunya Kabupaten Pamekasan, untuk menghidupkan malam Nisfu Sya'ban atau pertengahan bulan Sya'ban menjelang masuknya Ramadhan kalender hijriyah yaitu dengan ibadah. 

Pada malam Nisfu Sya'ban, umat Islam khususnya di Desa-desa, masyarakat memenuhi tempat-tempat ibadah seperti masjid dan langgar, guna mendirikan shalat wajib dan shalat sunat berjamaah. 

Malam Nisfu Sya'ban ini menjadi salah satu moment untuk bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan.

Pantauan jatimaktual.com usai sholat maghrib berjemaah, para warga setempat membaca Surah Yasiin bersama sebanyak 3 kalai. Setelah itu, warga mulai berhamburan untuk bermaf-mafan dengan sesama yang dilanjutkan makan bareng.

Bermaaf-maaf ini biasanya dimulai sehabis sholat Isya kemudian masyarakat langsung saling meminta maaf dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

Yang lebih menarik, aksi maaf-maafan ini tidak berhenti di masjid atau di langgar saja. Akan tetapi dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara. Pemandangan ini membuat jalan raya terasa jauh lebih lenggang dibanding hari biasa. Sebaliknya jalanan perkampungan dipadati warga yang hilir mudik saling bermaaf-maafan.

Haidar Anshori salah satu tokoh pemuda setempat mengatakan, bahwa malam Nisfu Sya'ban merupakan salah satu malam yang sangat istimewa. Dimana pada malam itu Allah SWT akan memberikan pengampunan untuk orang–orang yang mau memohon ampunan atas segala dosa-dosanya.

"Setiap manusia tak luput dari dosa maupun kesalahan, Allah SWT selalu memberikan kesempatan maaf bagi siapapun yang memohon kepada-Nya," katanya yang saat ini juga berkontetasi mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Daerah Kabupaten Pamekasan.

Dilanjutkannya, malam Nisfu Sya'ban tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga untuk saling berkomunikasi mulai dari anak-anak hingga dewasa, sehingga tercipta suasana keakraban serta terjalinnya suasana harmonis yang membuat persatuan dan kesatuan warga semakin kokoh.

"Bukan hanya tentang shalat wajib dan shalat sunat berjamaah saja, namun warga sekaligus juga saling bersilaturrahmi disela-sela kesibukan aktivitasnya masing-masing," pungkasnya. (Heb/Red)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment