Sejumlah Aktivis Jember Tuttut Transparansi Pemilu 2019


JEMBER . Sejumlah aktivis di Kab. Jember meminta bawaslu bertindak tegas soal kewajiban PPS untuk mengumumkan salinan formulir C1 dikantor PPS atau seluruh  kelurahan.

Bawaslu jangan cuma menerima laporan berdasarkan upload foto yang melalui  HP kemuadian di upload ke bawaslu padahal wujud fisiknya tidak pernah di pajang. Maka dari itu banwaslu harus bertindak agar C1 tetap dipajang. ujar Ach.Widadi Aktivis IMM  tersebut. Selasa (30 april 2019).

Ach. Widadi atau pemuda yang akrab di sapa Wiwi tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sejak H+1pileg sampai dengan saat sudah berkeliling ke beberapa desa di kabupaten jember dan tidak menemui kalau ada C1 dan DAA di pajang baik dikantor PPS maupun kelurahan.

Masalah ini sangat urgen dan jangan di anggap remeh karena ini berkaitan dengan undang pemilu tegas wiwid,karena menyangkut azas transparansi dan akuntabilitas sebagai mana diatur dalam UU no.7 tahun 2017 tentang pemilu, sekaligus kewajiban PPS apabila tidak dilaksanakan ada sangsi pidananya.

Untuk permasalahan ini kita akan lapor ke DKPP karena saya menduga persoalan ini sengaja dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masiv untuk tujuan tertentu yang bisa menodai peata  demokrasi yang baru saja kita lakukan. Jangan sampai transparansi dan akuntabilitas pemilu ternodai oleh ulah oknum-oknum  penyelenggara pemilu yang tidak bertanggung jawab. (yan)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment