Indonesia punya Pangeran Kerajaan dengan Ratusan Ribu Penggemar


Jatimaktual.com - Pangeran tampan yang mengundang perhatian para netizen ini merupakan Pangeran Agung Raja Muda Arya Natanegara Yang Terutama Kepangeranan Agung Chandrarupawiyah Patani Shri Mempawah yang merupakan Kepangeranan Agung Otonom di Wilayah Kerajaan Mempawah dan Pangeran Kapita Raja Muda Arya Natanegara Yang Terutama Kepangeranan  Chandrarupanto Patani Shri Tiworo yang Merupakan Kepangeranan Otonom di Wilayah Kerajaan Tiworo Buton ,yang mana Tahta Kepiminpinan di kedua Kepangeranan ini beracukan pada tahta Makhota Patani.

Di kedua Kepangeranan itu,Ia merupakan Pemimpin Tertinggi yang hampir sama dengan statusnya dengan Sri Paduka Pakualam di Yogyakarta.

Disamping itu Beliau juga Pangeran Perbawa Budaya dari Kerajaan Panembahan Mempawah yang merupakan salah satu Kerajaan Islam yang saat ini masuk dikawasan kabupaten Mempawah Kalimantan Barat dan Kapita Lau Sidamangura di Kerajaan Tiworo 

Sosoknya dikenal lebih sebagai pemuda sederhana, didalam kesehariannya. Pangeran ini memiliki ciri khas yang unik dan Eksentrik tetapi Berwibawa dan Tegas dalam memperjuangkan ataupun menetang sesuatu hal dengan mengedepankan kesejahterahan Masyarakat.

Selain itu Pangeran yang akrab disapaa Pangeran Chandrarupa ini membentuk Komunitas Cinta Kasih Sraya yang menjadi wadah konsultasi pembinaan dan advokasi anak jalanan, pengemis, pengamen, tunawisma dan penggaguran, serta aktif dalam beberapa Organisasi Kemanusiaan Internasional

Karena peran aktifnya di kegiatan bermasyarat itu membuatnya mendapat 149 banyak perhargaan dari dalam dan luar negeri

Kerana kebaikan hatinya itu ia memiliki banyak Penggemar, sehingga ketika Ia membuat fans page HRH.Tengku Pangeran Chandrarupa Wibowo di Facebook ,Ia mendapat seratus ribu orang yang menyukai fans pagenya tersebut.

Pangeran Chandrarupa juga sering memberikan gelar bangsawan dari Kepengaranannya kepada
beberapa orang yang di nilainya pantas mendapat gelar bangsawan. 

Diantaranya adalah Panglima Besar PETA,  Roro Fitria, Elvy Sukaesih, Habib Syehan Jindan, Ganjar Pranowo hingga tokoh tokoh penting dari luar negeri dari Malaysia, India, Brasil dan Russia pernah diberikannya gelar kebangsawanan.

“Penghargaan gelar bangsawan itu untuk mengapresiasi dan memotivasi apa yang telah mereka lakukan,” kata Pangeran Chandrarupa dalam konferensi pers di kawasan jakarta pusat 

Yang menarik dirinya juga pernah memberikan gelar kepada salah satu tukang becak, Pangeran mengatakan, tersentuhb dengan tukang becak yang menyedekahkan penghasilannya. Sekitar 40 persen penghasilan disedekahkan untuk lingkungan sekitanya walaupun Ia masih "pas-pasan,” secara ekonomi.

Raja atau bangsawan, katanya, seharusnya tak eksklusif padahal raja seharusnya dekat dengan rakyat. Sengaja memang  berbagai profesi dianugerahi kekerabatan untuk mendekatkan diri dengan rakyat kebanyakan katanya

Pangeran chandrarupa menjelaskan gelar yang lazim diberikan meliputi , gelar yang diberikan kepada orang yang bekerja di istana, dan gelar kehormatan setelah diangkat menjadi keluarga.

Sempat menepis adanya bermunculan isu jual beli gelar ketika Dirinya diminta seseorang untuk menobatkannya menjadi raja dengan iming-iming uang tertentu. Namun, dia menolak dan menggelar prosesi pemberian gelar secara sederhana.

“ada orang yang meminta saya mengukuhkannya sebagai raja dengan membayar ,tapi saya menolak mengukuhkan dia kerana tidak mau merusak sejarah bangsa" katanya

Ia memang dikenal sebagai bangsawan cukup keras dalam mengecam banyaknya bermunculan raja palsu,Keberanianya melebihi para Pangeran lainnya.

Belakangan ini banyak bermunculan Raja abal abal yang membentuk Kerajaan baru, sedangkan di nusantara setahu saya hanya ada sekitar 49 kerajaan yang masih eksis memerintah sebelum berdirinya Republik Indonesia dan 56 yang tidak aktif memerintah tetapi masih terjaga adatnya, Ujar Pangeran

Kerajaan tersebut memiliki Tahta, Istana dan Kebudayaan Tradisi. Seperti yang dilakukan di Kerajaan mempawah misalnya, setiap tahun ada empat kali pertunjukan kesenian tradisi untuk mengucap syukur atas karunia dan kelimpahan hasil pertanian, kata Pangeran

Pangeran Chandrarupa berharap tetap mempertahankan Seni dan Budaya dari Kepangeranannya  Dan Kerajaannya, Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan  'GENERASI BANGSA'  dengan memberikan pengetahuan- pengetahuan terhadap 'ANAK- ANAK BANGSA' yang nantinya akan meneruskan Sejarah, Seni dan Budaya Bangsa Indonesia.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment