Mandataris Ketua Umum PC PMII Banyuwangi Mimikri Nilai-Nilai dan Perjuangan Organisasi

Oleh: Rekse Umu Romadhon
....................................................................
Takkan ada asap jika tak ada api. Menanggapi pernyataan Sahabat Dimas Heru Sumadi sebagai Mandataris Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Banyuwangi di media lokal tentang penyebutan oknum pada kader PMII yang saya rasa tak layak untuk di sandangkan pada seorang kader yang berada di garis depan perjuangan perlawanan menolak pertambangan emas di hutan lindung gunung tumpang pitu.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya sebagai Ketua Rayon Bhinneka PMII UNTAG 45 Banyuwangi. Saya tidak bermaksut mempretensi pernyataan sahabat mandataris ketua umum tetapi ada hal yang mengganjal dari stetemen dan penggunaan suku kata / diksi "Oknum" yang di pakai me-lebel-kan kader PMII UNTAG 45 Banyuwangi.

Bukan maksut untuk menggurui, sebagai sesama kader yang lahir dari rahim organisasi intelektual yang bernama PMII saya ingin mengulang materi kaderisasi di jenjang/level ke-II yaitu Pelatihan Kader Dasar (PKD) kita di suguhkan materi analisis wacana media. Saya rasa sahabat mandataris lebih faham bagaimana framing media membentuk persepsi dan menyatakan keberpihakannya karena sahabat lebih banyak melahap materi" kaderisasi di PMII.

Predikat sebagai organisasi intelektual telah sahabat reduksi dengan pernyataan mendukung "Investasi dan pembangunan" serta memberikan kata "oknum" pada kader PMII. Saya tidak bisa mahfum akan sikap anda kali ini.

Mengutip pesan Mahbub Djunaidi  “Tanamkan ke kepala anak-anakmu bahwa hak asasi itu sama pentingnya dengan sepiring nasi”. perlu di ketahui warga pesanggaran dan seluruh ummat manusia telah terancam hak-haknya karena bagi saya urusan kerusakan lingkungan tidaklah mengenal adminisrasi, terlebih di masyarakat pesanggaran yang perlu anda kunjungi agar sahabat tahu.

Sebagai informasi kami kader PMII ikut berpartisipasi di garis perjuangan warga pada selasa kliwon atas mandat ideologi dan nilai-nilai serta tujuan PMII dengan kaidah "Amar makruf nahi mungkar" serta dasar filosofis dan pengetahuan yang menarasikan nilai-nilai perjuangan.

Kami mengukuti aksi selasa kliwon karena tergerak, sebagai kecintaan kami pada bendera PMII. Perlu di sadari PMII adalah organisasi dan PC. PMII Banyuwangi adalah lembaga oraganisasi dari ratusan bahkan ribuat lembaga dari level rayon hingga PB.

Lalu dimana salahnya kami membawa nama sebagai kader PMII ?
Kami tidak membawa nama PC. PMII Banyuwangi, kanapa anda risau.

Aksi selasa kliwon merupakan aksi rutinan warga dalam menolak praktek pertambangan emas di hutan lindung gunung tumpang. Dalam sejarah perlawanan warga pemukulan, ancaman, dan kriminalisasi kerap terjadi. Tahukah anda dalam catatan kami PMII sempat mewarnai perjuangan itu walaupun pasang surut.

kami menilai adanya pabrik pengelolaan emas di gunung tumpang pitu telah merampas akar dari hak asasi manusia (HAM). Hak tersebut meliputi hak generasi, hak untuk hidup, dan hak menolak mati.

Hak generasi adalah bagaimana anak cucu kami mendapat manfaat dari lingkungan; menghirup udara yang sama, meminum air yang sama, memakan tumbuhan dari tanah yang sama, melihat indahnya alam yang sama.

Hak hidup meliputi hak untuk bertani, nelayan, pendidikan, kesehatan dll. sedangkan hak menolak mati mengutip bahasa dari penjara ke-penjara (tan malaka) bahwa warga negara harus dapat jaminan ketenangan/ tidak terancam.

"Jauh panggang dari api" ketika sahabat dimas sebagai representasi kader PMII sebagai organisasi intelektual tidak pernah membaca narasi pembangunan Kab. Banyuwangi.

Lihatlah Sahabat ujung selatan dan utara banyuwangi sedang waspada menjaga kampungnya karena khawatir jalan tol menggusur rumah mereka, di wilayah muncar sana berdiri pabrik-pabrik yang tak pernah anda koreksi manfaatnya, di pesanggaran pabrik pengolahan emas merebut kebahagiaan warga, kendaran bermotor semakin banyak yang menambah tingkat polusi lebih tinggi sedangkan para penyedia jasa angkutan umum semakin kecil,  sawah-sawah produktif beralih menjadi perumahan-perumahan dan pabrik-pabrik. Adakah koreksi dan kegundahan itu dalam bayang-bayang pergulatan intelektual anda ?

Maka pertanyaan kami.

Model Investasi dan pembangunan seperti apa yang anda dukung ?
Sedangkan pernyataan anda termuat dalam pemberitaan tentang pertambangan emas di hutan lindung gunung tumpang pitu.

Tuntutan kami pada sahabat dimas untuk menarik statemennya di media lokal yang memuat pernyataan anda. Bersegeralah menentukan sikap anda sebagai representasi PC. PMII Banyuwangi menolak atau mendukung pertambangan.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment