Berorganisasi :Pilih Identitas atau Kualitas? -->
Cari Berita

Berorganisasi :Pilih Identitas atau Kualitas?

Saturday, February 2, 2019

Jatimaktual.com, Opini. - Berbicara tentang organisasi merupakan hal yang tidak asing lagi di kalangan akademisi maupun dikalangan manusia dalam golongan apapun itu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) organisasi adalah kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian-bagian (orang) dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan tertentu.

Organisasi juga difenisikan oleh seorang ahli ekonomi politik dan sosiolog dari Jerman yang dianggap sebagai salah satu pendiri ilmu sosiologi dan administrasi negara modern yaitu Max Weber. Menurutnya organisasi adalah suatu kerangka hubungan terstruktur yang didalamnya terdapat wewenang, dan tanggung jawab serta pembagian kerja menjalankan sesuatu fungsi tertentu.

Dalam perspektif Al Quran terdapat dua kata bantu untuk mempelajari pengorganisasian. Kata tersebut adalah (Shaf ) dan (ummat ).

Kata oganisasi secara definitif menurut sebagian orang bisa dikatakan mudah akan tetapi secara esensi atau hakikat organisasi tidak semua orang mudah memaknainya. Mengapa demikian??? 

 Hal tersbut karena banyak hal yang terjadi dalam "berorganisasi" dan berorganisasi bukan hanya sebatas untuk eksistensi semata. 
Eksistensi bisa diartikan keberadaan. 

Keberadaan sesorang di organisasi dalam arti positif dan negatif. Dalam hal ini yang seringkali terjadi ialah ekstistensi organisasi dalam arti negatif.

Eksistensi "identitas:" seseorang di organisasi  sebenarnya tak perlu untuk dicari (mencari nama), jika sesorang berorganisasi dengan sungguh-sungguh maka akan berkualitas. Juga eksistensi atau nama seseorang dalam organisasi  akan mengikuti dengan sendirinya, tanpa perlu mencari nama, numpang naruh nama dalam berorganisasi.

Mudahnya saja begini tidak penting seberapa banyak nama kita terpajang dalam struktur organisasi tapi seberapa banyak peran kita untuk organisasi. 

Refleksi diatas sesuai dengan yang dialami oleh penulis yang telah terdoktrin oleh paham berorganisasi.

 Pada dasarnya organisasi itu semuanya memang baik , tapi tergantung bagaimana kita berproses didalamnya. "MAN JADDA WAJADA, WA MAN ZARA'A HASADA, WA MAN YAJTAHID YANJAH" yang artinya "Siapapun yang berjuang (insyaAllah) akan mendapatkan apa yang dia kerjakan, Siapapun yang menanam (insyaAllah) akan menuai hasilnya, Siapapun yang berjuang (insyaAllah) akan mendapatkan kesuksesan". Bagaimana kita bisa lebih baik kalau hanya ikut saja dan parahnya sekedar naruk/pajang nama, kalau bahasanya mahasiswa itu hanya identitas/title berorganisasi begitu. 

Sungguh betapa indahnya jika kita memang betul-betul menyelami organisasi dan bisa memanfaatkanya dengan baik. Tak heran juga tidak jarang yang berorganisasi hanya sekedar untuk naruk/pajang nama saja. Hal demikian akan terus berkelanjutan jika kita kita hanya percaya terhadap dogma-dogma sekeliling kita yang apatis terhadap organisasi. Meskipun sebenarnya berorganisasi itu sangat indah.

 Berorganisasi dengan baik dengan cara jangan tanggung-tanggung,  Kalau memang sudah terjun dalam organisasi nyemplung saja sekalian. Pasti tak luput dari ujian maupun rintangan dalam berorganisasi, dan salah satu hal yang sering kita alami ialah sebuah doktrin dari berbagai teman yang apatis terhadap organisasi. hiraukan saja temen-temenmu yang memang apatis terhadap organisasi. Karena pada hakikatnya semua organisasi itu baik dan tergantung orang-orang yang menjalankan roda organisasi tersebut.  

Kita sebenarnya mempunyai potensi namun terkadang kita sendiri tidak mengetahuinya, dengan berorganisasilah kita bisa menemukannya. Dalam proses berorganisasi perlu kita gali bagaimana potensi maupun skill yang ada dalam diri kita. Dan itu semua ada pada diri kita masing-masing untuk menentukan pilihannya. Mengasah intelektual memang sudah tempatnya di organisasi namun bukan sekedar tentang intelektualiatas saja kita berorganisasi. Tentang bagaiman kita memahami dengan sesama juga ada dalam organisasi dan secara teori sosial manusia itu tidak bisa hidup tanpa orang lain (zoon politicon).

PEMUDA DESA
Oleh.  Abu Hasan 
Mahasiswa IAIN Jember