Islam Nusantara, Pesantren, dan Tantangan Revolusi Industri 4.0


Diskusi Publik dengan Tema "Islam Nusantara, Pesantren, dan Tantangan Revolusi Industri 4.0". Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Taman Baru Glagahwero Kalisat Jember, 5 Januari 2019. Pukul 21.00 - 24.00 WIB.

1. Drs. KH. Muqit Ariev (Wakil Bupati Jember):
- Hanya Islam Nusantara yang bisa menjadi pengawal Bhineka Tunggal Ika, dan kami sebagai pemerintah Kabupaten Jember akan terus bersama kaum santri untuk memperjuangkan hal itu.
- Pesantren adalah lembaga pendidikan yang merupakan benteng tidak hanya bagi Umat Islam, tapi juga bagi Indonesia dan kemanusiaan dari ancaman radikalisme, ekstremisme dan Terorisme. Oleh karena itu, kami pemerintah Kabupaten Jember akan menggunakan segenap kemampuan kami untuk bekerja sama dengan pesantren.

2. KH. Firjoun Barlaman bin KH. Ahmad Siddiq (Pengasuh PP. ASHTRA Jember)
- Mengapa banyak orang yg memusuhi NU dan menebar fitnah tentang Islam Nusantara? Karena hanya NU dengan konsep Islam Nusantara-nya yang sesuai dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena Islam Nusantara merupakan metode dakwah Islam yang sudah diwariskan selama berabad-abad sejak jaman Wali Songo.
- Inti Islam Nusantara adalah rahmatan lil 'alamin dan Akhlaqul Karimah. Dengan demikian, Islam diambil isinya, bukan bungkus dan labelnya saja.

3. KH. Hodri Ariev, M.Ag. (Pengasuh PP. Bahrul Ulum Silo, Jember)
- Revolusi Industri 4.0 menghadirkan tantangan utama bagi kita semua yaitu berupa kenyataan yg ironis bahwa manusia dikuasai oleh internet, bukan manusia menguasai internet dengan bijak. Dari sinilah munculnya hoaks dan fitnah. Dari sini pula pangkal munculnya ustadz-ustadz instan yang menyebarkan paham ke-Islam-an yang dangkal dan penuh kebencian.
- Pesantren harus optimis bisa menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Karena hanya dengan demikian pesantren akan maju. Kunci optimisme bagi kaum pesantren adalah ajaran Asy'ariyah tentang tidak ada satu pun manusia yang memegang kunci takdir, manusia hanya berikhtiar. Karena tugas kita adalah berikhtiar, maka kita tidak boleh pesimis apalagi putus asa untuk memperbaiki keadaan dan untuk maju. Pesantren pasti bisa menjawab tantangan jaman termasuk revolusi industri 4.0.

4. KH. Drs. A. Rosyidi Baihaqi (Wakil Rais Syuriyah PCNU Jember)
- Warisan utama ulama Nusantara bagi kemanusiaan dan kebangsaan Indonesia adalah tuntasnya hubungan antara KeIslaman dan Kebangsaan. Tidak ada lagi pertentangan antara Islam dan Indonesia. Tidak ada lagi pertentangan antara Al-Quran dan Hadits dengan Pancasila. Konsepnya sangat indah yaitu tiga ukhuwah: Ukhuwah Islamiyyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah.
- Hoaks itu adalah produk dari para pembohong, yang dari sejarah kita bisa belajar bahwa mereka inilah musuh utama Islam. Dulu di jaman Abu Bakar Ash-Shiddiq sudah ada Musailamah Al-Kadzdzab dan Thulaihah Al-Kadzdzab yang merongrong persatuan Ummat Islam langsung hanya beberapa saat setelah Nabi wafat. Abu Bakar langsung memutuskan untuk memerangi mereka dan membasmi mereka sampai habis. Ini pelajaran bagi kita untuk memerangi hoaks dan fitnah yang sekarang merajalela di berbagai media sosial.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment