Mahasiswa IAIN Madura kembali kecolongan, kali ini pelaku hipnotis korban

Jatimaktual.com-Pamekasan, nampaknya Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, semakin tidak aman dari pelaku pencurian, terbukti kemarin terjadi pencurian sepeda motor lagi dengan modus beli bensin, Pamekasan, 14/12/18.

Kejadian pencurian tidak hanya terjadi kali ini saja, melainkan beberapa bulan lalu sepeda motor milik mahasiswi asal pantura juga jadi hilang. Namun sampai hari ini tidak ada kejelasan, kasus tersebut hilang bak ditelan bumi.

Menurut keluarga korban, pihaknya akan dihubungi kembali oleh pihak kampus, namun ternyata sampai hari ini tidak ada pemanggilan atau komunikasi lagi dari pihak kampus.

Kali ini Ayu Safitri (18) mahasiswi Semester 1, Prodi Hes, menjadi korban yang kesekian kalinya. Kronologis kejadiannya bermula saat korban hendak mau masuk, ada seseorang yang menyapanya dan meminta untuk pinjam sepeda motor metic Vario, alasan mau beli bensin.

"Waktu itu saya mau masuk kelas karna ujian, tapi tiba-tiba ada orang yang nyapa terus minta pinjam sepeda, katanya mau beli bensin, tanpa sadar saya kasih kontak motor sama STNKnya, karna STNK ada digantungan koncinya" Jelas Fitri sapaan akranya.

Dirinya sadar kalo sepeda tersebut dipinjam orang tak dikenal saat ada didalam kelas, karena sudah satu jam lebih sepeda tersebut tidak dikembalikan, langsung Fitri melapor ke posko satpam.

"Saya sebenarnya ingat, cuman tidak sadar waktu ngasih kontak dan STNK itu, sadarnya saat ada didalam kelas" lanjut mahasiswi asal Kalianget, Sumenep tersebut.

Saat melapor ke satpan dan dicek CCTV yang ada, ternyata di gedung G letak sepeda tersebut, CCTV tidak nyala. Untungnya ada sebagian CCTV yang masih nyala.

Kejadian tersebut menuai polemik dikalangan mahasiswa khususnya, dan masyarakat umum. 

Salah satunya Adi Karduluk, sebutan akrab mahasiswa asal Sumenep, menegaskan bahwa dirinya sangat kecewa dengan adanya pencurian di dalam kampus.

"Kami sebagai mahasiswa sangat kecewa mendengar adanya pencurian di area kampus, karna kampus ini bukan tempat umum" tegas saat dimintai keterangan.

Dirinya juga menghimbau kepada mahasiswa untuk lebih hati-hati dan dengan adanya orang baru.

"Mahasiswa diharapkan untuk lebih hati-hati apalagi orang baru, untuk tidak asal ngasih apa yang diminta oleh orang baru tersebut" himbaunya. 

Kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Sampai hari ini, pihak pimpinan masih belum bisa dihubungi. Karena ada agenda keluar kota. (Vicky)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment