Ustadz Yusup Martak: Reuni 212 Murni Silaturrahmi, Tidak ditunggangi Politik

Jatimaktual.com, Jakarta - Informasi rencana reuni alumni 212 yang rencananya akan digelar pada tanggal 2 Desember 2018 mendatang tidak ada kaitannya dengan momentum Pilpres 2019. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua GNPF Yusup Martak saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Kaukus Muda Indonesia (KMI) bertajuk "Mengakhiri Polemik Politisasi Bendera" di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (23/11).

"Reuni 212 ini tidak ada kaitannya dengan momentum Pilpres 2019. Tapi sekadar reuni biasa dan tidak ada kepentingan politik apapun dengan pihak-pihak tertentu. Karena reuni 212  hanya silaturrahmi saja. Dan reuni itu biasanya diselenggarakan bulannya beda, tahunnya beda apa sama? Ya sudah nasib sudah. Kebetulan tanggal 2 bulan 12 nanti sekian bulan sebelum Pilpres. Tapi masih jauh lah, masih April," ujarnya

Selain itu, ustadz Martak menghimbau jika benar ada reuni, maka semua peserta reuni 212 mengikuti dengan damai, sejuk, tidak merugikan, dan tidak menyebarkan kebencian apalagi permusuhan satu sama lain.

Lebih lanjut, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) ini, juga menyikapi terkait peristiwa pembakaran bendera berlambang tauhid yang menjadi polemik. Dia mengatakan bahwa peristiwa pembakaran bendera yang menimbulkan multitafsir mendorong pihaknya untuk meminimalisir permasalahan tersebut agar tidak semakin melebar.

"Saya juga senang sekali bila permasalahan pembakaran bendera tauhid itu tidak terlalu diperpanjang dan bisa segera diakhiri namun masih ada perbedaan persepsi yang mungkin ingin segera dituntaskan," ucapnya

Martak juga menegaskan bahwa polemik pembakaran bendera berlambang tauhid tersebut tidak dipolitisasi, apalagi menjelang Pilpres ini. Karena saya tidak berharap mempunyai kepentingan apa pun di antara pasangan Capres-Cawapres bila nanti terpilih menjadi pemimpin di negara Indonesia ini.

"Kasus ini sebaiknya jangan dipolitisasi, mungkin karena menjelang Pilpres sehingga menimbulkan multitafsir, dan saya tegaskan tidak berkepentingan dengan semua pasangsn Capres- Cawapres siapa pun yang terpilih memimpin Indonesia nanti," tegas Martak (aq)

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment